Keuangan

Waspada! Ada 9 Data yang Dapat Dicuri dari Modus Soceng yang Wajib Anda Ketahui

BISNISBANTEN.COM — Rekan bisnis perlu mewaspadai modus penipuan soceng, karena ada beberapa data yang dapat dicuri dari modus soceng tersebut.

Social Engineering atau soceng merupakan sebuah modus penipuan dengan cara mengelabui atau memanipulasi nasabah untuk mendapatkan informasi pribadi atau akses terhadap hal-hal krusial seperti akun bank. Soceng ini cukup berbahaya karena penipu bisa mendapatkan informasi pribadi Anda dan menggunakannya untuk hal buruk, seperti mencuri uang yang ada di rekening Anda, mengambil alih akun, atau bahkan menyalahgunakan data pribadi Anda.

Data yang Dapat Dicuri dari Modus Soceng

Advertisement

Saking maraknya modus soceng ini, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap berbagai rayuan dari orang yang mengaku-ngaku sebagai pegawai bank. Berikut adalah beberapa data yang dapat dicuri dari modus soceng yang perlu ada ketahui:

1.  Username Aplikasi

Data pertama yang bisa dicuri oleh penipu melalui modus soceng ini adalah username aplikasi. Username adalah sebuah identitas yang digunakan untuk keperluan di dunia maya, seperti m-banking, internet banking, dan lain-lain.

Username penting untuk dijaga, karena bisa jadi sang penipu memiliki cara untuk meretas akun nasabah dengan username yang sudah didapatkan.

Advertisement

2.  Password

Selanjutnya adalah password. Password merupakan sebuah kode yang Anda buat untuk mendapatkan akses dari sebuah aplikasi maupun hal penting lainnya. Jika penipu sudah berhasil mendapatkan username dan password yang Anda milik, maka hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh sang penipu untuk mengotak-atik akun Anda.

3.  PIN

Personal Identification Number atau disingkat PIN, adalah sebuah nomor atau angka sandi rahasia yang digunakan untuk otentikasi pengguna ke sebuah sistem. Untuk itu, sangat berbahaya jika penipu berhasil mendapatkan PIN yang Anda miliki.

4.  MPIN

MPIN sebenarnya sama dengan PIN, namun biasanya digunakan untuk membedakan nomor PIN ATM dan juga PIN m-banking. MPIN merupakan istilah yang digunakan oleh Bank Negara Indonesia (BNI) untuk menyebut PIN dari m-bankingnya.

5.  Kode OTP

Kode OTP menjadi salah satu data yang cukup sering dicuri oleh penipu melalui modus soceng. Kode OTP atau One Time Password ini digunakan sebagai sebuah lapisan keamanan tambahan setelah PIN dan password. Kode OTP juga bersifat rahasia dan pegawai bank tidak diperbolehkan untuk mengetahuinya.

6.  Nomor Kartu ATM/Kartu Kredit/Kartu Debit

Nomor kartu ATM terdiri dari 16 digit angka yang terdapat pada bagian depan kartu ATM. Nomor tersebut berisikan informasi dan identitas dari nasabah yang memilikinya. Untuk itu, penting bagi Anda untuk tidak memberitahukan nomor kartu yang Anda miliki, baik nomor kartu ATM, kartu kredit, maupun kartu debit.

7.  Nomor CVV/CVC Kartu Kredit/Debit

Nomor CVV adalah sebuah nomor pengaman transaksi yang ada di bagian belakang kartu kredit dan debit. Kode CVV ini bersifat rahasia, karena akan dibutuhkan ketika akan melakukan transaksi menggunakan kartu kredit.

8.  Nama Ibu Kandung

Nama ibu kandung biasanya digunakan untuk membuka rekening baru sebagai sebuah lapisan keamanan yang sudah digunakan dalam sistem perbankan selama ratusan tahun. Karena berfungsi sebagai sebuah lapisan keamanan, maka Anda tidak diperkenankan untuk membeberkan nama ibu kandung Anda kepada siapapun.

9.  Informasi Pribadi lain

Beberapa informasi pribadi lainnya seperti alamat, nomor rekening, nomor telepon, dan lain-lain juga sering menjadi sasaran data yang dapat dicuri dari modus soceng tersebut. Jadi, berhati-hatilah jika menerima telepon, email, maupun pesan dari media sosial Anda yang mengatasnamakan bank.

Itulah sembilan data yang dapat dicuri dari modus soceng yang perlu Anda jaga dan waspadai. (susi)

LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com