Banten24

Wali Kota Serang Gerak Cepat, Seluruh Biaya Korban Petir di Kasemen Digratiskan!

BISNISBANTEN.COM – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, bergerak cepat menanggapi tragedi sambaran petir di Kecamatan Kasemen yang menewaskan empat petani dan melukai sejumlah lainnya.

Budi langsung meninjau para korban yang dirawat di dua rumah sakit berbeda, yakni Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) dan RSUD Kota Serang, pada Selasa (02/12/25) malam.

Kunjungan mendadak ini dilakukan setelah Wali Kota menerima telepon dari warga yang mengungkapkan kepanikan dan kekhawatiran mengenai biaya perawatan dan pengurusan jenazah korban.

Advertisement

Dalam kunjungannya, Budi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Serang untuk menanggung seluruh biaya yang timbul akibat musibah ini.

“Saya nengok dua rumah sakit. Tiga orang dibawa ke RS Derajat (RSDP), satu meninggal dan dua selamat. Sudah saya tengok dan semuanya sudah diurus tanpa biaya,” ujarnya.

Hal serupa juga dipastikan di RSUD Kota Serang. “Kalau di rumah sakit satu lagi ada lima orang, yang meninggal tiga. Semua saya pastikan tidak ada biaya karena warga ketakutan, mereka menelepon saya. Tadi saya baru pulang kerja, dapat kabar ada musibah dan kendalanya biaya. Saya datang ke sana, alhamdulillah rumah sakit menggratiskan,” jelasnya.

Mengenai kondisi korban selamat yang masih dirawat, Budi memastikan penanganan medis berjalan optimal dan intensif.

“Ada yang sadar, ada yang tidak sadar. Intinya semua lagi diobatin dan ditangani dengan baik. Dokternya ketemu saya. Ada yang kelelahan, ada yang masih bisa gerak dan ngobrol,” tambahnya.

Di akhir kunjungannya, Wali Kota Serang mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang kerap disertai hujan lebat dan petir.

“Kalau cuaca seperti ini, lebih baik pulang dan berlindung. Hujan disertai petir itu bahaya. Saya berharap seluruh warga Kota Serang jangan dulu keluar atau beraktivitas ketika cuacanya buruk,” tutup Budi.

Total korban meninggal dunia dalam tragedi sambaran petir ini adalah empat orang. (Satu di RSDP, tiga di RSUD Kota Serang).(siska)

Advertisement
bisnisbanten.com