Viral soal Strategi Marketing Spill Skincare, Tasya Farasya Sampaikan Permintaan Maaf

BISNISBANTEN.COM — Beauty influencer dan konten kreator Tasya Farasya akhirnya angkat suara setelah unggahannya tentang konten spill skincare viral memicu kontroversi dan sorotan publik. Ia menyampaikan permintaan maaf publik melalui akun media sosialnya setelah pernyataannya dianggap menyinggung dan berdampak pada kreator lain.
Isu bermula saat Tasya melalui akun Threads-nya pada pertengahan Februari 2026 menyebut bahwa ia pernah ditawari bayaran untuk membuat konten dengan format khas “Halo kakak, spill skincare-nya kak”. Ia mengatakan bahwa dirinya menolak tawaran tersebut karena merasa tidak sejalan dengan prinsipnya sebagai kreator yang transparan. Pernyataan itu kemudian viral dan memicu diskusi luas kalangan netizen tentang etika konten digital dan endorsement.
Unggahan tersebut kemudian dikaitkan dengan mundurnya kreator muda Bunga Sartika, yang sebelumnya dikenal sebagai host konten spill skincare di akun TikTok populer, dari pekerjaannya sebagai host. Banyak netizen melihat mundurnya Bunga sebagai dampak dari polemik yang dipicu oleh pernyataan Tasya, sehingga kritik pun diarahkan kepada influencer tersebut.
Menanggapi sorotan tersebut, Tasya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa cara penyampaian pendapatnya kurang bijak dan tidak mempertimbangkan dampak luas dari ucapannya, meskipun niat awalnya bukan untuk menyerang atau memicu konflik. “First of all, aku minta maaf kalau dampak dari perkataan aku menyinggung berbagai pihak dan individu. Aku benar-benar jadi menyadari betapa impactful-nya ucapan aku walaupun ga ada niatan bikin situasi jadi sebesar sekarang,” tulisnya di unggahan klarifikasi.
Tasya juga menegaskan bahwa ia tetap menghormati sesama content creator dan menghargai setiap jalur kreatif yang ada di industri digital. Ia menyampaikan bahwa pembelajaran dari kejadian ini membuatnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan opini di ruang publik. Dalam klarifikasinya, Tasya menekankan bahwa dirinya masih berkomitmen pada nilai transparansi dan profesionalisme dalam endorsement, sambil tetap menghormati pendapat dan kerja kreator lain di dunia konten digital.
Polemik ini kemudian menjadi bahan perdebatan yang lebih luas di kalangan netizen tentang bagaimana konten berbayar seharusnya disampaikan secara terbuka, serta bagaimana kreator harus bersikap dalam menjelaskan pandangannya tanpa menyudutkan pihak lain. Meski mendapat kritik tajam dan hujatan dari sebagian netizen, banyak pula yang menyambut baik permintaan maaf Tasya dan menghargai langkahnya untuk mengklarifikasi maksudnya serta belajar dari kejadian ini.
(Sarah)









