Lifestyle

Viral di TikTok Istilah Playing Victim, Ini Maksudnya

BISNISBANTEN.COM – Playing victim atau berpura-pura menjadi korban adalah perilaku di mana seseorang menunjukkan atau berpura-pura bahwa dirinya adalah korban dalam suatu situasi, meskipun kenyataannya tidak demikian atau bahkan dia adalah pelaku dari masalah tersebut.

Orang yang playing victim cenderung menolak tanggung jawab atas tindakannya dan malah menyalahkan orang lain atau situasi eksternal.

Ciri-Ciri Perilaku Playing Victim

1. Menghindari Tanggung Jawab

Advertisement

Seseorang yang “playing victim” sering kali menghindari tanggung jawab atas tindakan atau keputusan yang mereka ambil. Mereka lebih suka menyalahkan orang lain atau keadaan.

2. Mencari Simpati Berlebihan

Mereka cenderung mencari perhatian dan simpati dari orang lain dengan menceritakan betapa sulitnya hidup mereka dan bagaimana mereka selalu diperlakukan tidak adil.

3. Manipulatif

Advertisement

Orang yang “playing victim” bisa sangat manipulatif, menggunakan peran korban untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari orang lain, baik itu perhatian, dukungan, atau pembenaran atas tindakan mereka.

4. Menyalahkan Orang Lain

Mereka sering kali menyalahkan orang lain atas masalah atau kesulitan yang mereka hadapi, tanpa mempertimbangkan kontribusi mereka sendiri terhadap situasi tersebut.

Dampak Perilaku Playing Victim

Untuk Diri Sendiri:

1. Perkembangan Diri Terhambat

Dengan selalu merasa menjadi korban, seseorang tidak belajar dari kesalahan atau situasi sulit yang dihadapinya. Hal ini menghambat perkembangan pribadi dan kemampuan untuk tumbuh serta mengatasi tantangan di masa depan.

2. Ketidakbahagiaan Jangka Panjang

Sikap negatif dan perasaan terus-menerus menjadi korban dapat menyebabkan ketidakbahagiaan jangka panjang, karena mereka selalu fokus pada hal-hal negatif dalam hidup mereka.

Dampak pada Orang Lain:

1. Kehilangan Kepercayaan

Orang lain mungkin kehilangan kepercayaan dan rasa hormat terhadap seseorang yang terus-menerus “playing victim”, terutama jika mereka menyadari bahwa perilaku tersebut adalah manipulatif.

2. Ketegangan Hubungan

Perilaku ini dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan pribadi dan profesional, karena orang lain mungkin merasa lelah atau dimanfaatkan oleh sikap yang selalu menyalahkan orang lain.

Perilaku “playing victim” dapat merusak diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Dengan menyadari dan mengambil langkah untuk mengubah perilaku ini, seseorang dapat meningkatkan kualitas hidupnya, mengembangkan hubungan yang lebih sehat, dan mencapai potensi penuh mereka tanpa terhalang oleh sikap negatif. (Sarah)

Advertisement
LANJUT BACA