Usaha Biliar Menjamur di Kota Serang, Bapenda Catat Potensi Pajak Miliaran Rupiah

BISNISBANTEN.COM – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Serang, HarI W Pamungkas, menyoroti maraknya pertumbuhan usaha biliar di Kota Serang.
Usaha ketangkasan dan olahraga ini kini menjadi penyumbang signifikan bagi penerimaan pajak daerah melalui sektor pajak hiburan.
Menurut Hari, usaha biliar dikategorikan sebagai Pajak Hiburan Ketangkasan Olahraga dan kini untuk hiburan sudah mencapai 80 persen kepatuhan pajak.
“Kan sekarang marak usaha biliar. Itu dia masuk hiburan. Itu masuk pajak hiburan ketangkasan olahraga dan untuk hiburan itu sudah 80 persen masuk,” ujarnya, dikutip pada Rabu (29/10/25).
Saat ditanya mengenai besaran kontribusi biliar secara spesifik, Hari menjelaskan bahwa rinciannya tercampur dalam sektor hiburan yang lebih luas. Sektor ini mencakup berbagai jenis usaha seperti time zone, kid zone, ketangkasan, dan olahraga.
Namun, secara keseluruhan, dari estimasi pendapatan sektor hiburan ketangkasan dan olahraga, Bapenda Kota Serang memperkirakan potensi pemasukan yang cukup besar.
“Kurang lebih dia diestimasi dari hiburan ketangkasan olahraga hiburan olahraga itu kurang lebih Rp 2 sampai Rp 3 miliaran setahunnya,” ungkapnya.
Hari memastikan bahwa seluruh tempat usaha biliar, baik yang lama maupun yang baru, telah terdata dan mulai menarik pajak.
“Sudah narik. Semua biliar baik yang lama maupun yang baru-baru juga sudah terdaftar semua,” tegasnya.
Data terkini Bapenda Kota Serang mencatat bahwa jumlah usaha biliar yang existing atau tercatat di Kota Serang kurang lebih sebanyak 12 unit
Menanggapi fenomena menjamurnya tempat biliar, Hari melihat hal ini sebagai indikasi positif bagi iklim investasi dan perizinan di Kota Serang.
“Itu baguslah secara investasi. Berarti artinya posisi perizinan kan Online Single Submission (OSS ) semua. Artinya memang pengusaha yang melihat peluang ketangkasan olahraga itu, olahraga plus bisnis ya bagus berarti bisa baca peluang itu,” tutupnya.
Pertumbuhan usaha biliar ini menunjukkan bahwa para pengusaha berhasil membaca peluang bisnis di sektor olahraga dan hiburan, didukung oleh kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).(siska)









