Universitas Pamulang Gelar Pelatihan Penguatan SDM untuk Cegah Bullying di Kalangan Pelajar

BISNISBANTEN.COM — Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar kegiatan pelatihan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Program tersebut berlangsung di SMKN 1 Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, (16/10/2025). Kegiatan itu melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator dan pelajar sebagai peserta utama.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus perundungan (bullying) yang tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk verbal, sosial, hingga digital melalui media sosial. Universitas Pamulang menilai bahwa peningkatan literasi emosional, interpersonal, dan digital para pelajar menjadi langkah krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas kekerasan.
Pelatihan yang diberikan tidak sekadar berfokus pada edukasi penggunaan media sosial secara positif, tetapi juga pada pembentukan karakter, komunikasi efektif, dan manajemen diri. Metode pelatihan dilakukan secara interaktif, memungkinkan peserta untuk berdiskusi, bertanya, dan mempraktikkan materi secara langsung.
Para pelajar dilatih untuk memahami bagaimana tindakan kecil dalam pergaulan sehari-hari dapat menjadi pemicu maupun pencegah terjadinya bullying. Selain itu, peserta juga belajar mengenali dan mengelola emosi, memahami sudut pandang orang lain, serta memilih pendekatan konstruktif dalam menyelesaikan konflik.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi sepanjang kegiatan. Para siswa mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai risiko penggunaan media sosial tanpa kontrol dan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan sesama teman. Guru yang hadir juga menilai kegiatan tersebut efektif dan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk membangun budaya sekolah yang positif.
Kegiatan pelatihan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam memerangi praktik bullying. Guru memperoleh wawasan baru mengenai identifikasi dini kasus, mekanisme penanganan, serta pola komunikasi yang lebih efektif dengan siswa, baik pelaku maupun korban.
Mahasiswa PKM Universitas Pamulang berharap program semacam ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan sekolah dan orang tua agar upaya pencegahan bullying dapat dilakukan secara menyeluruh. Dengan penguatan SDM yang konsisten, pelajar diharapkan berkembang menjadi generasi yang lebih empatik, bertanggung jawab, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
(Sarah)









