Lifestyle

Toxic Leadership: Fenomena yang Sering Dibahas di Platform X

BISNISBANTEN.COM – Baru-baru ini, media sosial X tengah diramaikan dengan isu toxic leadership. Isu ini muncul ketika banyaknya orang yang curhat tentang kehidupan organisasi dan pekerjaan.

Kepemimpinan yang sehat adalah kunci keberhasilan sebuah organisasi. Namun, sayangnya, tidak semua pemimpin mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.

Belakangan ini, “toxic leadership” atau kepemimpinan beracun sering menjadi topik perbincangan di media sosial, karena dampak negatifnya yang bisa merusak kesehatan mental karyawan dan produktivitas perusahaan atau pun anggota organisasi dan organisasi itu sendiri.

Advertisement

Toxic leadership adalah isu serius yang dapat merusak dinamika tim, kesehatan mental karyawan, dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Penting bagi pemimpin untuk mengenali ciri-ciri kepemimpinan toxic dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk menciptakan lingkungan produktif yang sehat dan positif.

Toxic leadership adalah gaya kepemimpinan di mana pemimpin menggunakan taktik yang merugikan dan merusak untuk mencapai tujuan pribadi atau organisasi.

Pemimpin seperti ini sering kali menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dan penuh dengan ketakutan, intimidasi, dan ketidakadilan.

Advertisement

Ciri-ciri Toxic Leadership

1. Manipulatif

Pemimpin menggunakan taktik manipulasi untuk mengontrol karyawan dan situasi, sering kali menyesatkan atau berbohong untuk mencapai tujuan mereka.

2. Tidak Memiliki Empati

Kurang peduli terhadap perasaan dan kesejahteraan karyawan, sering kali mengabaikan kebutuhan emosional dan fisik mereka.

3. Autokratis

Cenderung membuat keputusan sepihak tanpa melibatkan tim atau mendengarkan masukan dari orang lain.

4. Komunikasi Negatif

Menggunakan kritik yang tidak membangun, penghinaan, dan bahasa yang merendahkan terhadap karyawan.

5. Eksploitasi Karyawan

Memanfaatkan karyawan untuk keuntungan pribadi atau tujuan organisasi tanpa memberikan imbalan yang adil atau pengakuan.

6. Kecenderungan Menyalahkan

Cepat menyalahkan orang lain atas kegagalan atau kesalahan, tanpa mengambil tanggung jawab sendiri. (Sarah)

Advertisement
LANJUT BACA