Info Travel

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang di Banten Turun 6,16 Poin

 

BISNISBANTEN.COM – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang Banten pada Januari 2018, mencapai 51,49 persen atau turun 6,16 poin dibanding bulan sebelumnya yaitu sebesar 57,65 persen. Sementara itu, dibanding bulan yang sama tahun lalu meningkat 5,83 poin. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebeno dalam Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Banten, Kamis (1/3).

Agoes mengatakan, penurunan TPK ini dibanding Desember 2017 disebabkan oleh turunnya penghunian kamar pada hampir semua kelas hotel bintang di Banten, kecuali untuk hotel bintang lima yang justru mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga 19,80 poin.

Advertisement

Kelas hotel, lanjut Agoes, yang mengalami penurunan tertinggi adalah bintang tiga, sementara terendah dialami oleh hotel bintang satu, yang masing-masing turun 18,90 poin dan 0,58 poin. Dibanding bulan yang sama tahun lalu, sebaliknya TPK Januari 2018 mengalami kenaikan sebesar 5,83 poin dari sebelumnya 45,66 persen.

“Berbeda dengan perbandingan bulanan, peningkatan TPK tahunan ini disebabkan oleh meningkatnya TPK pada hampir semua kelas hotel berbintang kecuali hotel bintang tiga yang malah turun hingga 9,45 poin. Lebih lanjut, peningkatan tertinggi dan terendah terjadi pada hotel bintang lima dan hotel bintang satu, secara berturut-turut mencapai 38,54 poin dan 7,74 poin,” ujar Agoes.

Ia menambahkan, perkembangan TPK selama setahun terakhir memperlihatkan kondisi yang masih fluktuatif, dengan kondisi peak season berada di penghujung tahun 2017, dan memasuki low season mulai bulan Januari 2018. Diduga kuat, penurunan TPK Januari 2018 disebabkan oleh berakhirnya masa liburan dan akhir tahun 2017 serta minimnya penyelenggaraan MICE di awal tahun.

“TPK satu bulan ke depan diperkirakan tidak akan mengalami perubahan yang siginifikan karena kegiatan MICE yang diyakini menjadi pengungkit dari penghunian kamar hotel bintang belum banyak diselenggarakan mengingat Februari 2018 masih periode awal
tahun. Meski ada dugaan kuat dengan keberadaan hari libur nasional pada satu bulan ke depan dianggap sebagai long weekend, namun masih diragukan untuk dapat mendongkrak tingkat penghunian kamar hotel lebih tinggi lagi dibanding Januari 2018,” pungkas Agoes. (AHR/NUA)

Advertisement

Penulis : Ahmad Haris
Editor : Nurzahara Amalia

Advertisement
LANJUT BACA