Tim TPID Banten Belajar Cara Bertani Bawang Merah di Brebes

BISNISBANTEN.COM — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah pada 24-27 September 2024. Tim TPID Banten belajar secara langsung cara menanam bawang merah langsung di pusat penyuplai bawang merah terbesar di Indonesia, yaitu Kabupaten Brebes. Kunjungan pertama berlangsung di Training Center Kelompok Tani Mekar Jaya, Rabu 25 September 2024.
Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Banten Hario Pamungkas mengatakan Banten merupakan daerah yang tetap fokus dalam pengendalian inflasi. Dari hal itu pula membuat BI bersama Pemprov Banten TPID ingin bersinergi dan berkolaborasi, agar program dan inovasi yang telah dijalankan di Brebes bisa diterapkan bagi pertanian Banten.
“Pada tanggal 14 Juni 2024 kemarin, Presiden Republik Indonesia Pak Jokowi sudah mendistribusikan kepada kita semua untuk tetap bisa meningkatkan produksi pangan termasuk dengan bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi pertanian serta tentunya tetap bersinergi dan berkoordinasi baik dengan maupun antar daerah,” ucapnya.
Hario menambahkan, kedatangannya ke pusat bawang merah nasional ini bersama rombongan unsur pemerintah, kelompok tani, dan juga penyuluh pertanian. Tujuan utama berkunjung ini yang pertama adalah bagaimana kami bisa belajar pengendalian inflasi yang dikoordinir oleh TPID.
“Hari ini kita belajar ke TPID Brebes. Kedua adalah kita bisa belajar Good Agricultural Practices (GAP) ya dari para kelompok tani yang ada di Brebes khususnya untuk produk bawang karena memang di Banten sendiri tahun ini sudah melaksanakan kegiatan sekolah lapang komoditas hortikultura di Kota Serang di mana itu merupakan kolaborasi dari Bank Indonesia Banten dengan Pemprov Banten dan juga Pemkot Serang dan untuk yang nanti kita bisa belajar banyak lah dari kota Brebes bagaimana bisa membudidayakan bawang merah sampai dengan nanti bagaimana meningkatkan nilai tambah dan dengan olahan bawang merah,” jelasnya.
Tujuan yang ketiga adalah Kerjasama antar daerah, dengan penandatanganan kerjasama antar daerah antara PT Agrobisnis Banten Mandiri dengan UD Rizki Tani.
“Sehingga tentunya dengan koordinasi antar daerah ini kita harapkan pengendalian inflasi bisa kita laksanakan dengan lebih baik lagi,” tambah Haryo.
Perwakilan TPID Banten, Eka Surya menyampaikan kedatangannya ke sentra bawang merah ini untuk belajar dalam rangka kesejahteraan petani yang juga berdampak nantinya ke kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini bersama pelaksana datang ke Brebes untuk langsung belajar pengendalian inflasi pangan, juga kami di sini ingin menyerap ilmu pertanian, maka dari itu petani dan penyuluh diajak,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Hadi sebagai petani bawang merah memberikan tips kepada para petani untuk tetap ulet dan siap akan modal.
“Jadi petani bawang harus siap dengan modal yang kuat. Maka dari itu bantuan dari pemerintah setempat untuk mendukung keberlangsungan bertani juga diperlukan. Namun kita (petani) jangan bergantung kepada bantuan pemerintah, kita harus bisa mandiri secara modal,” katanya.
Kunjungan kedua berlangsung di Gudang SRG Bawang Merah yang lokasinya tidak jauh dari lokasi pertama. Kunjungan kedua ini diterima langsung oleh Pemilik Gudang SRG Bawang Merah Alex Chandra. Ia menjelaskan bahwa ada dua gudang yang dimiliki dengan dua kapasitas yang berbeda. “Ini kapasitasnya sekitar 40 ton dan ada 1 lagi yang lebih besar dari gudang yang sekarang dikunjungi,” katanya pria yang juga menjadi Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia.
Ia menyoroti bagaimana distribusi bawang merah ini panjang yang membuat harga menjadi lebih mahal. Ia terus mendorong agar stakeholder bisa bekerja sama untuk bisa memutus mata rantai distribusi tersebut. “Sekarang rantai distribusinya mencapai 7-8 dari petani sampai ke masyarakat khususnya ibu-ibu di rumah. Sekarang banyak daerah yang melakukan kerja sama dengan pembelian langsung seperti Pemerintah Daerah Palembang dan daerah lain juga bisa melakukan hal tersebut,” katanya. (susi)









