Banten24

Tata Estetika Ibu Kota Banten, Budi Rustandi Apresiasi Dukungan PMI Kabupaten Serang Soal Penyerahan Aset

BISNISBANTEN.COM – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, tengah gencar melakukan penataan wajah Ibu Kota Provinsi Banten agar tampil lebih estetika dan tertata. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjalin sinergi dengan berbagai pihak terkait pengelolaan aset, termasuk menerima dukungan dari PMI Kabupaten Serang.

Budi Rustandi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PMI Kabupaten yang telah mendukung upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam menjaga keindahan kota. Menurutnya, aset yang diserahkan akan dikelola dengan mengedepankan nilai estetika dan manfaat ekonomi.

Budi menegaskan bahwa aset-aset yang berada di lokasi strategis tidak akan dibangun secara sembarangan. Ia berencana menyewakan lahan tersebut untuk sektor perekonomian seperti restoran atau pusat kuliner, namun dengan syarat kurasi desain yang ketat.

Advertisement

“Intinya harus ekspos dengan saya. Jadi tempatnya kalaupun dibuat restoran, tempat itu juga harus bagus, enggak sembarangan. Saya ingin tampil depannya terlihat cantik agar tidak mengganggu pandangan,” tegas Budi saat ditemui usai penandatanganan berita acara dan serah terima aset milik Pemkot Serang dari PMI Kabupaten Serang, Senin (12/01/26)..

Ketegasan ini juga berlaku bagi organisasi lain. Budi menyebut tengah berkomunikasi dengan pihak Golkar terkait kantor mereka. “Semua saya tekankan untuk rapi. Kalau konsepnya enggak bagus, saya enggak kasih izin. Tapi kalau bagus, silakan. Kita harus bahu-membahu menata Kota Serang,” imbuhnya.

Terkait langkah selanjutnya, Budi Rustandi menargetkan seluruh aset yang berada di wilayah Kota Serang segera diserahkan sesuai dengan regulasi Kemendagri dan undang-undang yang berlaku. Mengingat pusat pemerintahan Kabupaten Serang kini berstatus di Ciruas, maka aset berdasarkan domisili seharusnya dikelola oleh Pemkot Serang.

Meski demikian, Budi memastikan komunikasi dengan Bupati Serang tetap terjalin harmonis. “Kita masih berkomunikasi baik. Mereka tentu sedang melakukan persiapan. Saya berharap kita bisa berkolaborasi dan bersinergi demi membangun dan menata estetika ibu kota,” ungkapnya.

Upaya penataan ini bukan tanpa alasan. Budi membocorkan bahwa pada Maret mendatang, akan ada pembangunan besar di kawasan Alun-alun Kota Serang. Proyek ini digadang-gadang akan menjadi ikon bersejarah bagi warga Kota Serang.

“Maret ini insyaallah ada pembangunan besar di alun-alun. Ini akan menjadi sejarah pertama Kota Serang memiliki ikon yang membanggakan di pusat kota,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Serang, Fahmi Hakim, menyatakan bahwa penyerahan ini merupakan respon positif terhadap upaya Pemkot Serang dalam mempercantik wajah kota.

​”Hari ini kami membuktikan bahwa PMI Kabupaten Serang yang sudah lama menempati salah satu aset di Kota Serang, kami serahkan kembali kepada Pemerintah Kota Serang. Ini adalah bentuk sinergitas dan dukungan kami terhadap tata kelola pembangunan yang ada,” ujarnya.

​Fahmi menjelaskan bahwa operasional PMI Kabupaten Serang akan segera dialihkan ke lokasi baru. Saat ini, proses pembangunan markas di daerah Ciruas (Pelawat) sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada tahun ini.

​”Insyaallah tahun ini pembangunan selesai. Kami tidak ingin menjadi bagian yang menghambat proses pembangunan di Kota Serang. Kami ingin sinergitas dalam misi kemanusiaan tetap berjalan baik meskipun ada perpindahan lokasi,” tambahnya.

​Terkait nilai dan luas aset, Fahmi menyerahkan sepenuhnya perhitungan tersebut kepada pihak Pemkot Serang. Namun, ia menekankan bahwa poin pentingnya adalah komitmen lembaga kemanusiaan dalam mendukung kemajuan daerah.

​Ia juga menyoroti langkah tegas Pemerintah Kota Serang belakangan ini, seperti penataan kawasan Royal hingga pembongkaran bangunan di pinggir rel kereta dekat stadion. Fahmi berharap langkah PMI ini menjadi catatan penting bagi publik dan pihak-pihak lain untuk turut mendukung master plan pembangunan Kota Serang.

​”Kota Serang adalah miniatur ibu kota provinsi dan pusat ekonomi di Banten. Semua komponen harus mendukung agar penataan kota berjalan sesuai rencana. Jika kami sebagai insan kemanusiaan saja sudah menyerahkan (aset), harapannya ini menjadi dorongan bagi percepatan pembangunan lainnya,” tutup Fahmi. (Siska)

Advertisement
bisnisbanten.com