Banten24

Tak Tunggu Lama, Pemkot Cilegon Siapkan Alat Berat dan Perbaikan Tanggul Usai Banjir

BISNISBANTEN.COM – Banjir kembali melanda Kota Cilegon, kali ini tiga kecamatan menjadi wilayah terdampak, Minggu 11 Januari 2026. Tiga kecamatan tersebut yakni Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Cibeber, dan Kecamatan Jombang.

Wali Kota Cilegon dan Forkopimda gerak cepat memantau dan menginventarisir dampak-dampak dari banjir tersebut. Salah satu wilayah yang langsung didatangi Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan dan Forkopimda lain adalah Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber.

Dilokasi ini, terdata sebanyak 185 KK atau 570 jiwa menjadi korban terdampak banjir. BPBD Kota Cilegon bersama instansi terkait bahu-membahu melakukan evakuasi, dimana ketinggian air di wilayah ini mencapai leher orang dewasa.

Advertisement

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, sejak siang hari dirinya bersama Forkopimda telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir. Peninjauan diawali di Kecamatan Ciwandan, dilanjut ke Lingkungan Keranggot, Kecamatan Jombang, terakhir di Sambirata, Kecamatan Cibeber.

“Sejak siang kami sudah turun langsung ke lapangan bersama Kapolres, Dandim, dan unsur pimpinan lainnya untuk melihat kondisi banjir secara langsung,” kata Robinsar.

Dari hasil peninjauan di Sambirata, Robinsar menyebut banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul air serta tingginya sedimentasi di aliran sungai. Hal itu berdasarkan laporan dari RT, RW, lurah, dan camat setempat.

“Informasi dari RT, RW, lurah, dan camat menyebutkan perlu adanya perbaikan tanggul serta pengangkatan sedimen di aliran sungai,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Cilegon memastikan akan menurunkan alat berat dan dump truck untuk melakukan pengangkatan sedimen. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon juga diminta segera melakukan penanganan.

“Besok alat berat dan dump truck kami turunkan untuk pengangkatan sedimen. Tanggul-tanggul yang jebol sudah kami data dan akan segera diperbaiki,” tegas Robinsar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan mengatakan jika DPRD Cilegon mendorong agar penanganan dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

“Besok akan langsung dilakukan penanganan. Alat berat dan kendaraan sudah kami dorong untuk proses pengerukan sedimen, termasuk pembangunan kembali tanggul yang jebol,” terang Rizki.

Ia menambahkan, DPRD Cilegon juga mendorong adanya pemetaan clustering titik-titik banjir agar penanganan ke depan lebih terencana dan tepat sasaran.

“Dengan clustering, titik-titik banjir kategori berat dapat diprioritaskan untuk ditangani lebih dulu pada 2026. Ini agar tidak terus menjadi langganan banjir,” ujarnya.

Terkait kebutuhan warga terdampak, Pemkot Cilego telah berkoordinasi dengan PMI Kota Cilegon dan Baznas Kota Cilegon untuk penyaluran bantuan makanan dan kebutuhan dasar. Dapur umum masih dalam tahap koordinasi dan distribusi bantuan bantuan direncanakan mulai dilakukan pada Minggu malam ini.

Advertisement
bisnisbanten.com