Tahun 2026 Ini, BI Banten Siapkan 300 Beasiswa Bagi Anggota GenBI

BISNISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten resmi memulai Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dan Penguatan Literasi Kebanksentralan tahun 2026. Program ini ditandai dengan cara kick off yang diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kick off ini berlangsung di Novotel Hotel BSD Serpong, Kota Tangerang Selatan pada Selasa (7/4).
Kepala KPw BI Banten Ameriza M. Moesa mengungkapkan, bahwa tahun ini jumlah penerima beasiswa melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat slot pemberian beasiswa yang meningkat cukup signifikan. Tahun lalu, kita hanya memberikan kepada 125 orang, tahun ini meningkat menjadi 300 mahasiswa,” ujar Ameriza saat ditemui usai acara, Selasa (07/03/26).
Salah satu poin menarik tahun ini adalah bergabungnya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke dalam naungan BI Banten. Ameriza menjelaskan bahwa hal ini didasarkan pada penyesuaian kebijakan pusat yang kini mengacu pada wilayah administratif.
“Meskipun menyandang nama “Jakarta”, secara domisili kampus UIN Syarif Hidayatullah terletak di Ciputat, Tangerang Selatan, yang merupakan wilayah Provinsi Banten,” terangnya.
Adapun komposisi penerima beasiswa tahun 2026 tersebar di tiga universitas mitra utama yakni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta): 130 mahasiswa (100 jenjang S1 dan 30 jenjang D3). Kedua, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 110 mahasiswa (jenjang S1) dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten sebanyak 60 mahasiswa (jenjang S1).
“Jadi tahun ini meningkat, tahun lalu UIN SMH hanya 50 mahasiswa, tahun ini 60 orang, kemudian Untirta tahun lalu 75
Sekarang menjadi 130. Sedangkan UIN Syarif Hidayatulloh tahun ini dapat jatah 110 mahasiswa,” terang Ameriza.
Ia menekankan, program ini bukan sekadar bantuan finansial, mahasiswa penerima beasiswa, yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI), tidak hanya mendapatkan bantuan dana pendidikan. Selama dua tahun, mereka akan mendapatkan pembekalan intensif mengenai kepemimpinan (leadership), kompetensi teknis, serta literasi kebanksentralan seperti kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.
“Harapannya, para pemuda ini bisa menjadi duta Bank Indonesia di masyarakat,” tambahnya.
Selain beasiswa, BI Banten juga memperluas kerja sama di bidang riset dan kajian untuk skripsi atau disertasi yang relevan, serta program pengabdian masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Agus Sjafari mengungkapkan rasa terima kasihnya atas peningkatan jumlah penerima beasiswa tahun ini. Menurutnya, langkah ini sangat membantu dalam pemerataan akses pendidikan bagi mahasiswa.
“Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan yang signifikan. Kami juga sangat mengapresiasi program tahun ini yang tidak hanya fokus pada bantuan pendidikan, tetapi juga merambah ke bantuan penelitian dan kajian,” ujar Agus.
Ia berharap kemitraan antara Untirta dan Bank Indonesia dapat terus berjalan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Untirta, Prof. Ir. Alfirano, menekankan bahwa program BI sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Prof. Alfirano menyoroti pentingnya aspek literasi digital dan inovasi yang disisipkan dalam program pengembangan mahasiswa. “Ini sangat mendukung mahasiswa untuk menjadi kader dan pemimpin bangsa di masa depan. Terima kasih kepada BI atas kontribusinya bagi masa depan Indonesia,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari Wakil Rektor Administrasi Umum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Imam Subchi. Beliau menilai skema bantuan Bank Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan program beasiswa lainnya karena adanya pembinaan karakter dan kompetensi.
Berbeda dengan pemberi beasiswa lainnya, BI juga fokus pada peningkatan soft skills dan kompetensi penerima. Prof. Imam berharap kuota penerima terus meningkat di masa mendatang.
”Yang menarik, BI tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga peningkatan arah kompetensi mahasiswa. Ini nilai tambah (plus) yang luar biasa. Kami berharap kerja sama ini terus meningkat, mungkin dari 110 menjadi 500 penerima nantinya,” harap Prof. Imam.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Dedi Sunardi, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi BI Banten yang konsisten membantu kesejahteraan mahasiswa.
Menurutnya, jumlah penerima beasiswa di UIN SMH Banten tahun ini mengalami kenaikan yang sangat berarti.
“Kami berterima kasih kepada BI Banten karena tetap komitmen membantu meningkatkan kesejahteraan manusia, terutama mahasiswa di UIN SMH Banten. Seperti yang disampaikan Kepala BI, ada peningkatan jumlah mahasiswa penerima yang sangat luar biasa,” ujar Dedi.
Dedi juga menambahkan bahwa dukungan BI kini tidak lagi terbatas pada bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mahasiswa yang memiliki fokus pada riset kebanksentralan dan pengabdian masyarakat juga mendapatkan peluang yang sama untuk memperoleh bantuan finansial.
“Tidak hanya anggota GenBI (Generasi Baru Bank Indonesia), seluruh mahasiswa yang memiliki riset terkait dunia kebanksentralan bisa mendapatkan bantuan. Ini adalah dorongan luar biasa bagi pengembangan keilmuan dan riset di kampus kami,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zuriyatun Toyibah mengungkapkan, bahwa kerja sama yang terjalin sejak tahun 2017 ini telah menunjukkan perkembangan yang pesat.
“Alhamdulillah, kerja sama UIN Jakarta dengan BI sudah berjalan lama. Terjadi peningkatan kuota yang cukup signifikan, dari yang awalnya hanya 40 penerima, kini meningkat menjadi 110 mahasiswa,” jelas Zuriyatun.
Peningkatan hampir lima kali lipat ini dinilai sebagai langkah nyata BI dalam memeratakan akses pendidikan, terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan finansial agar tetap bisa menempuh pendidikan tinggi.
Dukungan Riset untuk Dosen dan Umum
Selain beasiswa jenjang sarjana, BI juga menyediakan skema bantuan untuk penyelesaian tugas akhir, mulai dari skripsi, tesis, hingga disertasi. Program ini bahkan diperluas untuk masyarakat umum dan para dosen melalui research grant.
“Ini adalah bukti nyata komitmen BI dalam peningkatan SDM secara menyeluruh. Dengan akses finansial yang lebih mudah, kami berharap masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat lebih leluasa mengakses perguruan tinggi dan berkontribusi melalui riset-riset berkualitas,” tutup Zuriyatun. (susi)









