Banten24

SMPN 25 Kota Serang Terendam Banjir 60 Cm, Kadindikbud: KBM Dialihkan ke Daring

BISNISBANTEN.COM – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Serang sejak Jumat (02/01/26) menyebabkan SMP Negeri 25 Kota Serang di Lingkungan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, terendam banjir. Akibatnya, aktivitas pendidikan di sekolah tersebut lumpuh total.

Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, turun langsung meninjau lokasi pada Minggu (04/01/26). Ia mengonfirmasi bahwa ketinggian air telah mencapai lutut orang dewasa.

Ahmad Nuri menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah adalah prioritas utama. Dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter, sangat berisiko jika kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dipaksakan berjalan secara tatap muka.

Advertisement

“Hari ini kita menengok SMPN 25 yang kebetulan mengalami banjir dengan debit air yang lumayan. Ketinggian air hampir satu lutut,” ujar Nuri di sela-sela kunjungannya.

Sebagai langkah antisipasi, Dindikbud Kota Serang telah menyiapkan skema pembelajaran daring (online) jika air belum kunjung surut hingga Senin esok.

“Kalau sampai air ini tidak surut, kebijakannya besok (Senin 5 Januari 2025) kita daring saja sampai air benar-benar surut dan tidak terjadi rob lagi,” tegas Nuri.

Untuk mempercepat pemulihan, Dindikbud berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang yang sudah berada di lokasi. Beberapa langkah strategis yang disiapkan antara lain, penyedotan air menggunakan pompa atau teknologi khusus untuk membuang genangan air. Pemantauan Rob untuk nengantisipasi adanya air pasang (rob) yang dapat memperparah kondisi, dan siapakan solusi jangka panjang dengan merumuskan langkah konkret agar lingkungan sekolah tidak menjadi langganan banjir di masa depan.

Sementara itu, Kepala SMPN 25 Kota Serang, Muhammad Rosyidi, menyebutkan bahwa musibah kali ini merupakan yang terparah bagi sekolahnya.

“Biasanya, meski terjadi genangan, KBM masih bisa dilaksanakan. Namun kali ini kondisi banjir cukup berat sehingga memerlukan perhatian dan solusi jangka panjang,” ungkap Rosyidi.

Pihak sekolah berharap adanya perbaikan infrastruktur yang signifikan agar ruang belajar kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para peserta didik.(siska)

Advertisement
bisnisbanten.com