Lifestyle

Setelah Lebaran, Siap-Siap Disambut Tiga Hal Ini!

BISNISBANTEN.COM — Euforia lebaran tahun ini  terasa berbeda dari dua tahun lalu. Sebab, pada akhirnya pemerintah mengizinkan masyarakat untuk melakukan tradisi mudik ke kampung halaman.

Meski begitu, kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tidak lengah dalam kondisi apapun.

Bukan hanya saat perjalanan mudik atau ketika hari raya tiba. Karena ada tiga hal yang bakal menyambut kita setelah lebaran ini.

Advertisement

Finansialku mengungkapkan tiga hal tersebut terus membayangi dan sebaiknya perlu di antisipasi sejak dini.

Karena, ada hal-hal yang tidak berhenti bekerja walaupun kita sedang liburan bersama keluarga.

Nah, tiga hal ini diprediksi bakal terjadi dalam waktu dekat, atau setelah lebaran ini.

1. Pupuk Naik

Advertisement

Pupuk adalah salah satu bahan baku untuk membuat barang jadi, yang diperlukan sebagai kebutuhan rumah tangga.

Belakangan, para petani mengeluhkan harga pupuk urea dan diamonium fosfat (DAP) yang naik secara signifikan.

Hal ini juga tertulis dalam data World Bank–commodity Market Review per 4 Januari 2022.

Berdasarkan data tersebut, sepanjang Januari hingga Desember 2021, harga diamonium fosfat (DAP) mengalami kenaikan sebesar 79,95%.

Memasuki awal tahun 2021 lalu, harga pupuk urea mencapai US$ 421 per ton, dan berakhir di posisi US$ 745 per ton pada Desember 2021.

Kondisi ini di perparah dengan langkanya pupuk subsidi, dengan harga mencapai Rp 800 ribu per karungnya.

Setidaknya, ada dua hal yang menyebabkan naiknya harga pupuk, diantaranya Rusia dan Cina memiliki pangsa besar untuk ekspor bahan baku pembuatan pupuk NPK, yaitu Fosfor (P) dan Kalium (K).

Kenaikan harga komoditas dunia akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

Selain pupuk, kenaikan juga diprediksi akan terjadi pada kebutuhan rumah tangga yang bersumber dari tebu. Salah satunya gula.

Jika kondisi ini berkepanjangan, tidak menutup kemungkinan kalau harga gula akan menyusul harga minyak yang sedang melambung tinggi.

2. Komoditas Naik

Perhatian selanjutnya adalah soal kenaikan harga kebutuhan pangan pokok dan barang penting mencapai 25%.

Pergerakan kenaikan harga komoditas kali ini masuk ke fase 2 di masa Ramadhan-Lebaran.

Tentunya, kenaikan harga-harga tersebut, sedikit banyak akan mempengaruhi cash flow keuangan kita.

Agaknya, pengeluaran akan lebih besar dan jika tidak di antisipasi dengan mengalokasikan anggaran yang tepat dan bijak, bukan tidak mungkin keuangan jadi berantakan.

Sebaiknya, Finansialku evaluasi kembali anggaran yang saat ini sudah ditetapkan. Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?

Jika dirasa kurang, atau bahkan belum menetapkan anggaran sama sekali.

3. Inflasi Indonesia

Bank Indonesia memperkirakan adanya perkembangan harga pada minggu ketiga April 2022, berdasarkan data survei pemantauan harga.

Melihat perkembangan itu, inflasi yoy April 2022 diperkirakan bakal menyentuh angka 3,26%.

Salah satu faktor yang menyebabkan melonjaknya inflasi ini karena kenaikan harga beberapa komoditas.

Seperti minyak goreng, bensin, daging ayam, telur ayam ras, hingga bahan bakar rumah tangga.

Harus Bagaimana?

Merujuk pada sejumlah prediksi tentang apa yang akan terjadi pasca lebaran nanti, wajar kalau kita jadi ketar-ketir dibuatnya.

Tapi, kita tidak perlu takut secara berlebihan, karena kemungkinan tersebut bisa diatasi dengan cara sederhana.

Salah satunya adalah lebih bijak mengeluarkan uang.

Terlebih untuk poin ketiga yakni inflasi, merupakan hal yang keberadaannya tidak bisa dihindari begitu saja.

Melvin Mumpuni, salah satu perencana keuangan sekaligus Founder Finansialku mengatakan, kalau inflasi tidak selalu berkonotasi negatif.

“Inflasi naik itu bukan berarti hal yang jelek, artinya ekonomi suatu negara itu mengalami pertumbuhan, yang jadi permasalahan ketika harganya naik, tapi daya beli masyarakatnya nggak ikut naik. Jadi harganya udah ketinggian, tapi orang nggak bisa beli. Itu yang bahaya,” katanya.

Ada tiga hal yang bisa dilakukan, sebagai bentuk pencegahan agar kita tidak terlalu terpuruk akibat kondisi-kondisi di atas, yaitu:

1. Bijak Mengeluarkan Uang

Ini adalah salah satu kebiasaan mendasar yang justru jarang dilakukan oleh banyak orang.

Merasa jumlah uang di rekening masih cukup untuk beberapa bulan kemudian. Membuat kita lupa diri, sampai akhirnya tidak bijak mengeluarkan uang.

Meskipun di momen lebaran ini identik dengan adanya THR, tapi bukan waktu yang tepat untuk berpuas diri.

2. Menambah Penghasilan Aktif

Selain bijak mengeluarkan uang, kita harus berusaha maksimal untuk menambah penghasilan aktif.

Misalnya, dengan memiliki pekerjaan sampingan, berdagang, dan lain-lain.

3. Investasi dan Menambah Pemasukan

Terakhir, Anda juga bisa melakukan dua hal secara langsung, yaitu melakukan investasi dan menambah pemasukan.

Menambah pemasukan melalui investasi bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu Capital Gain untuk mendapatkan pemasukan dari selisih keuntungan yang diperoleh dari penjualan aset modal investasi dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga beli.

Kedua, Cash Flow yakni mendapatkan pemasukan rutin dari dividen yang diberikan oleh emiten yang kita investasikan.

Melvin Mumpuni merekomendasikan untuk melakukan investasi cash flow ketika kamu sudah memiliki modal yang cukup besar.

Nah, jika tidak memungkinkan, akan lebih baik kamu fokus saja pada poin pertama, yaitu capital gain. (susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com