Banten24

Revitalisasi Situs Kesultanan Banten Akan Dilanjutkan, Pemprov Bidik Lonjakan Wisata Sejarah dan Religi

BISNISBANTEN.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) rencananya akan melanjutkan revitalisasi situs peninggalan Kesultanan Banten. Revitalisasi ini akan menjadi program strategis untuk meningkatkan potensi pariwisata di kawasan Banten Lama yang identik dengan tujuan wisata budaya, sejarah, dan religi. 

Rencana revitalisasi ini diungkapkan oleh Gubernur Andra Soni pada Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin di Masjid Agung Kesultanan Banten, Kasemen Kota Serang, Senin malam (30/3/2026). Gubernur mengajak semua pihak untuk bersinergi dan mendukung revitalisasi peninggalan Kesultanan Banten tersebut. 

“Program revitalisasi untuk meningkatkan potensi peninggalan Kesultanan Banten. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendukung pelestarian budaya, terus memperkokoh persatuan menuju provinsi yang maju, adil merata, dan tidak korupsi,” kata Andra Soni. 

Advertisement

Gubernur mengatakan, Sultan Maulana Hasanuddin adalah pendiri Kesultanan Banten sekaligus sultan pertama Kesultanan Banten yang merupakan putra Sunan Gunung Jati. Banyak keteladanan yang bisa diambil dari sosok Sultan Hasanuddin dalam memperjuangkan Islam dan pembangunan di Banten. 

“Di bawah kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin, Banten menjadi kota pelabuhan berpengaruh. Banten menjadi kota pelabuhan besar, menjadi persinggahan utama dan penghubung perdagangan dari India, Arab, China, dan berbagai wilayah di Nusantara,” ungkap Andra Soni.

Dalam haul, Andra Soni juga mengajak semua pihak untuk berdoa bagi keselamatan dan kesejahteraan agar terlimpahkan kepada seluruh masyarakat Banten. Haul Sultan Maulana Hasanuddin menjadi pengingat bersama agar seluruh elemen bersatu-padu memperjuangkan kesejahteraan dan perkembangan Banten. 

“Haul sebagai penguat untuk terus meneladani perjuangan, kepemimpinan serta kepemimpinan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang ikut hadir mengatakan, Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin harus terus dikembangkan untuk menjadi salah satu agenda nasional. Agenda tahunan ini harus menjadi daya tarik masyarakat di luar Banten untuk datang ke kawasan situs kesultanan.   

“Sultan Maulana Hasanuddin adalah jejak sejarah yang harus kita uri-uri (jaga), sejarah yang harus kita jaga dan sejarah yang harus kita ambil hikmahnya,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan cara itu, masyarakat bisa meneladani para pendahulu yang telah berjuang di masa lampau. Apalagi, Sultan Maulana Hasanuddin memberikan tiga pilar dalam mengatur negara atau masyarakat. 

“Tiga pilar ini kemudian menjadi konsep dalam berbangsa dan bernegara. Politik yang disimbolkan dengan Istana Surosowan, spiritual yang disimbolkan dengan Masjid Agung, dan perekonomian melalui Pelabuhan Karangantu. 

Menurutnya, konsep itu diterapkan pada kerajaan-kerajaan dan kota-kota di Jawa. Oleh sebab itu, Haul Sultan Maulana Hasanuddin menjadi momentum untuk kembali membangkitkan kearifan lokal dan keluhuran para leluhur. 

“Supaya bangsa kita memiliki jati diri, menjadi bangsa yang besar, menjadi bangsa yang hebat,” ucapnya.

Advertisement
bisnisbanten.com