Revitalisasi Kali Sukadana Jadi Model Penataan Sungai di Serang, Target Bebas Banjir

BISNISBANTEN.COM – Proyek pembangunan dan normalisasi Kali Sukadana di Kecamatan Kasemen terus berlanjut hingga tahun 2026. Proyek yang diinisiasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) ini digadang-gadang akan menjadi pilot project atau model penataan sungai di Kota Serang.
Camat Kasemen, Sugiri, mengungkapkan bahwa pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) di Kali Sukadana menunjukkan hasil yang signifikan. Menurutnya, kualitas pembangunan kali pembuangan yang mengalir dari Kaligandu menuju Warung Jaud ini sangat mumpuni karena menggunakan metode pengecoran beton.
Sugiri menjelaskan bahwa kewenangan utama revitalisasi ini berada di tangan pemerintah pusat melalui BBWSC3. Sementara itu, Pemerintah Kota Serang berperan aktif dalam proses non-teknis.
“Anggarannya dari pemerintah pusat melalui BBWSC3. Pemkot Serang fokus pada pembongkaran dan penertiban lahan sehingga memudahkan alat berat untuk melakukan revitalisasi atau normalisasi Kali Sukadana ini,” ujar Sugiri.
Menurut Sugiri, pengerjaan TPT ini memakan waktu kurang lebih enam bulan sejak proses pembongkaran awal hingga bentuk fisik tanggul terlihat kokoh seperti sekarang. “Revitalisaai ini kurang lebih sekitar 6 bulanan dari aqal pembongkaran,” terangnya.
Selain Kali Sukadana, perhatian juga tertuju pada Kali Cibanten sebagai kali induk. Sugiri menyebutkan bahwa di jalur utama Kali Cibanten sedang dilakukan normalisasi dan pembangunan tanggul pengaman.
Salah satu titik krusial adalah di belakang Perumahan Puri Delta. Di sana, dibangun dinding raksasa (giant wall) setinggi hampir 3 meter. “Itu bagus untuk pengaman, posisinya di atas untuk melindungi warga perumahan dari luapan air,” tambahnya.
Keberhasilan penataan Kali Sukadana yang kini dinilai lebih rapi dan bebas banjir diharapkan dapat menular ke wilayah lain seperti Kroya dan Kali Padek.
“Kalau Kali Padek itu masih dalam kewenangan BBWSC3, namun konsep detailnya akan dikoordinasikan lebih lanjut, sedangkan di Kali Kroya saat ini pengerjaannya sedang dilakukan oleh DPUPR Provinsi Banten melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA),” jelas Sugiri.
“Keinginan Pak Gubernur dan Pak Walikota, Sukadana ini menjadi model penataan sungai. Harapannya, wilayah lain bisa mengikuti standar penataan seperti ini agar masalah banjir di Serang, khususnya wilayah utara, bisa teratasi secara permanen,” pungkas Sugiri.(siska)









