Realisasi Pendapatan dan Belanja Provinsi Banten Mengalami Penurunan

BISNISBANTEN.COM – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Banten pada triwulan pertama atau periode 31 Maret 2023.
Pada periode sampai dengan 31 Maret 2023, anggaran dan pendapatan sudah terealisasikan sebesar 19,20 persen, sedangkan belanja sudah terealisasi sebesar 15,07 persen.
“Artinya, memang ada spare positif antara pendapatan yang diterima dan belanja yang dikeluarkan hampir empat persen,” ujar Rina Dewiyanti dalam Konferensi Pers APBN KiTA Regional Banten yang dilaksanakan secara online, Selasa (18/4/2023).
Adapun sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari pajak dan retribusi, memiliki anggaran sebesar Rp8,5 triliun dan sudah terealisasi sebesar Rp1,7 triliun.
Sedangkan anggaran di sisi belanja, kata Rina Dewiyanti, di Belanja Transfer atau bagi hasil pajak untuk hak kabupaten dan kota sudah tersalurkan sebesar 17,40 persen.
“Dari target tiga triliun kita rencanakan, sudah Rp533 miliar tersalur ke delapan kabupaten dan kota,” kata Rina Dewiyanti.
Sementara dilihat dari perbandingan realisasi pendapatan pada periode yang sama, Banten mengalami sedikit penurunan yaitu 1,84 persen. Pada 31 Maret 2022 terealisasi sebesar 20,28 persen, sedangkan pada 31 Maret 2023 terealisasi sebesar 19,20 persen.
Sama halnya dengan realisasi pendapatan, realisasi belanja pun mengalami penurunan sebesar 0,34 persen di banding tahun lalu. Realisasi belanja pada 31 Maret 2022 berada di angka 15,41 persen, sedangkan realisasi belanja pada 31 Maret 2023 berada di angka 15,07 persen.
“Mudah-mudahan saya optimis, dan untuk di triwulan kedua nanti akan lebih baik. Karena memang ada beberapa hal di belanja yang harus dilakukan,” ungkap Rina Dewiyanti. (Dhori)









