Info Travel

Pesona Pantai Caringin, Ziarah Dahulu Piknik Kemudian

BISNISBANTEN.COM – Meski masih kalah populer dibandingkan pantai lain di Banten, nama Pantai Caringin di Labuan, Pandeglang, Banten, sudah cukup melekat di kalangan wisatawan lokal. Terbukti saat hari libur, pantai ini ramai dipadati pengunjung.

Pantai Caringin berjarak sekitar 2,5 km dari Labuan. Sementara dari pusat Kota Pandeglang sekitar 42 km.

Pesona Caringin bukan hanya pantai. Di daerah ini terdapat peziarahan yakni makam K.H. Syekh Asnawi bin H. Abdurohman yang biasa disebut dengan Mama Asnawi. Biasanya setelah berziarah, para wisatawan berpiknik di pinggir pantai.

Advertisement

Saat bulan maulid, banyak wisatawan lokal maupun dari luar daerah berkunjung, terutama untuk berwisata ziarah ke makam Syekh Asnawi Caringin ini. Beliau membangun masjid dan sekolah yang sampai saat ini masih berdiri kokoh dan menjadi legacy bagi masyarakat Caringin dan sekitarnya.

Pantai ini juga banyak dikunjungi anak-anak muda. Tiket masuknya sangat merakyat.

Pantai ini juga jadi favorit para orangtua sambil mengajak main anak-anak berenang di pesisir pantai.

Para penduduk yang datang ke sini, biasanya juga menyalurkan hobi memancing. Di sini selain tempat yang cukup teduh untuk memancing, pantainya termasuk cukup tenang.

Advertisement

Pengunjung dari luar, sebagian besar datang dari Bogor, Depok, Bekasi, Jakarta, Subang Purwakarta, Majalengka, dan Kuningan.

Oh ya Pantai Caringin dikenal juga sebagai pantai gorengan loh. Fakta unik ini terlihat karena sejak dulu sampai sekarang di sepanjang pantai ada banyak sekali warung yang menjual aneka gorengan. Gorengan panas serta kopi menjadi menu andalan orang-orang sembari menikmati tenggelamnya matahari. Hmmm menikmati sunset sambil makan gorengan, seru juga ya.

Saat Minggu pagi, pantai ini menjadi tujuan akhir para penduduk yang joging loh. Di pantai akan terlihat suasana pantai yang ramai. Ada yang main bola di pinggir pantai, berenang, berswafoto atau sekedar nongkrong sambil makan gorengan panas dengan teh hangat. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.