Perkuat Program ‘Serang Mengaji’, Pemkot Serang Siapkan Insentif Guru Ngaji di 2027 dan Luncurkan Aplikasi Khusus

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota Serang terus mematangkan program unggulan “Serang Mengaji” sebagai bagian dari pemenuhan janji politik Wali Kota Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota. Langkah konkret ini diawali dengan rencana pemberian insentif bagi tenaga pendidik Al-Qur’an serta peluncuran aplikasi digital yang dijadwalkan pada 14 Februari 2026 mendatang.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh pegiat Al-Qur’an, termasuk lembaga yang selama ini merasa belum mendapat pengakuan resmi seperti Ikatan Pendidik Al-Qur’an (IPQ) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), untuk bersinergi bersama Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).
“Hari ini saya langsung pimpin rapat untuk menyatukan data agar tidak ada yang ganda. Kita ingin merangkul semuanya. Insya Allah di tahun 2027, kita akan anggarkan insentif atau penghargaan bagi mereka sebagai bentuk kehadiran pemerintah,” ujar Budi Rustandi usai rapat koordinasi di Kota Serang, Jum’at (23/01/26).
Selain insentif, Pemkot Serang bekerja sama dengan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) akan meluncurkan aplikasi “Serang Mengaji”. Aplikasi ini dikembangkan tanpa menggunakan dana APBD dan dirancang untuk memudahkan warga belajar mengaji secara digital.
“Di aplikasi itu ada fitur mirip ‘Ruang Guru’. Kalau anak-anak mau mengaji, tinggal klik, nanti ada ustaz-ustaz yang mengajarkan. Untuk menarik minat warga, kami sediakan hadiah dua paket umrah bagi mereka yang mengunduh dan aktif menggunakan aplikasi ini,” tambah Wali Kota.
Sekda Kota Serang, Nanang Saefudin, menjelaskan bahwa saat ini fokus utama adalah validasi data guru ngaji bersama Kemenag agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran dengan honorarium yang sudah berjalan di tingkat kelurahan.
“Rencana insentif ini untuk tahun 2027. Sekarang kewajibannya adalah menyiapkan data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada overlap dengan guru ngaji yang sudah terdata di kelurahan,” jelas Nanang.
Rapat teknis tersebut melibatkan berbagai OPD seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kominfo, Bappeda, DPKAD, hingga Inspektorat untuk mengawal transparansi anggaran.
Kepala Disdikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menambahkan bahwa program ini memiliki target ambisius, khususnya bagi siswa SMP. Berdasarkan evaluasi, jumlah siswa kelas 9 yang belum bisa mengaji telah menurun dari 1.600 menjadi 860 siswa.
“Target kita di bulan Juli 2026, sudah tidak ada lagi siswa lulusan SMP yang buta aksara Al-Qur’an. Pada peluncuran tanggal 14 Februari di Royal Baru nanti, sekitar 6.000 siswa SMP, 2.000 siswa madrasah (MTS/Aliyah), dan 2.000 santri akan berkumpul untuk melakukan gerakan Serang Mengaji,” tutur Nuri.
Nuri memastikan bahwa meskipun aplikasi bisa diakses publik secara luas, konten dan sumber daya manusia di dalamnya diprioritaskan untuk warga Kota Serang guna memastikan kualitas pengajaran tetap terjaga.(ssk)









