Menteri Pariwisata Prediksi Mobilitas Masyarakat dan Kunjungan Wisata Melonjak pada Nataru

BISNIISBANTEN.COM — Menteri Pariwisata menyampaikan proyeksi peningkatan mobilitas masyarakat serta lonjakan kunjungan wisatawan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Evaluasi tahun sebelumnya menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga kelancaran arus perjalanan domestik maupun internasional.
Dalam paparannya, Menteri Pariwisata menjelaskan bahwa pada periode Natal dan Tahun Baru lalu, Kementerian Perhubungan mencatat sedikitnya 225,86 juta pergerakan penduduk, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat menyambut momen Nataru. Puncak arus pergi terjadi pada 21 hingga 22 Desember 2024, sementara puncak arus balik berlangsung pada 1 hingga 2 Januari 2025.
Menteri menegaskan bahwa tren serupa berpotensi terjadi kembali. “Tahun ini kita mengantisipasi kurang lebih pola pergerakan yang sama. Dan nanti Bapak Menteri Perhubungan mungkin bisa dapat memberikan gambar yang lebih detail lagi,” ucap Widiyanti.
Selain pergerakan penduduk dalam negeri, Menteri Pariwisata juga menyoroti potensi meningkatnya kedatangan wisatawan mancanegara. “Kita juga perlu bersiap menghadapi kedatangan wisatawan mancanegara. Pada periode Nataru 2025-2026, kami memproyeksikan terdapat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara,” katanya.
Untuk Desember 2025, kunjungan wisatawan mancanegara diprediksi mencapai 1,36 juta orang, “Angka ini mencerminkan pertumbuhan 10,72 persen atau meningkat sekitar 131 ribu kunjungan dibandingkan Desember tahun lalu,” ungkapnya.Pergerakan wisatawan Nusantara juga diproyeksikan naik signifikan.
“Proyeksi yang kita lakukan menunjukkan ada lonjakan yang signifikan dengan estimasi angka pencapaian lebih dari 120 juta perjalanan pada Desember 2025,” tambahnya. Jumlah itu naik 19,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menteri juga memaparkan destinasi paling diminati wisatawan domestik berdasarkan riset kementerian. “Destinasi yang paling diingat selama perjalanan Nusantara adalah pantai dan danau 58,6 persen serta pusat-pusat kuliner 54,8 persen.”
Meski demikian, ada sejumlah kendala yang sering dikeluhkan wisatawan.
“Kendala yang dihadapi utamanya adalah saat perjalanan yaitu kemacetan… karena utamanya banyak yang menggunakan perjalanan darat. Dan cuaca yang berubah-ubah ini juga berbeda dengan situasi hari ini,” paparnya. Menteri menutup pemaparannya dengan memastikan bahwa pemerintah akan mengantisipasi pergerakan wisatawan secara optimal. “Kita mengantisipasi bahwa pergerakan Nusantara juga akan masih serupa dengan tahun-tahun sebelumnya,” tutupnya.
(Sarah)









