Mengenal Lebih Dekat Honda ICON e:: Performa Lincah dan Teknologi Baterai Pintar untuk Mobilitas Banten

BISNISBANTEN.COM – Main Dealer Honda Banten (PT Mitra Senang Kemakmuran) melalui Vokasionalnya, Opan Supandi, secara gamblang membedah teknologi terbaru motor listrik Honda ICON e di hadapan awak media. Dalam sesi tersebut, terungkap sejumlah perbedaan signifikan antara model ICON e dengan pendahulunya, EM1 e:, terutama pada sistem kelistrikan dan manajemen baterai.
Salah satu poin paling mengejutkan dalam bedah motor ini adalah absennya baterai 12 volt atau aki konvensional pada Honda ICON e. Berbeda dengan EM1 e: yang masih menggunakan aki 12 volt untuk mengaktifkan sistem, ICON e sepenuhnya mengandalkan komponen bernama Down Regulator (DC to DC Converter).
“Di ICON e ini tidak ada aki 12 volt. Fungsinya digantikan oleh down regulator yang mengubah arus dari baterai utama 48 volt menjadi 12 volt untuk menghidupkan lampu, klakson, dan panel instrumen,” ujar Opan Supandi, dikutip pada Jum’at (13/03/26). Hal ini berarti pengguna tidak perlu lagi khawatir akan masalah “aki tekor” yang biasa dialami motor bensin atau motor listrik model lama.
Meskipun sekilas mirip dengan EM1 e:, Honda ICON e menggunakan jenis baterai yang berbeda. Jika EM1 e: menggunakan Honda Mobile Power Pack (HMPP), Honda ICON e: menggunakan Honda Detachable Battery Lithium-ion (HDBL).
“Bentuk fisiknya berbeda dengan HMPP. Spesifikasinya adalah 48 Volt 30,6 Ampere dengan berat sekitar 11,4 kg, sedikit lebih berat dibanding baterai eM1 e: yang berkisar di angka 10 kg,” ujar Opan Supandi.
Baterai ini sudah mengantongi sertifikasi internasional IP67 (Standar UNR), yang menjamin keamanan ekstra karena sifatnya yang anti-air.
Honda ICON e: dirancang untuk mobilitas harian yang efisien. Dengan kapasitas baterai penuh, motor ini mampu menempuh jarak hingga 53 km.
“Kalau kita pakai dari Serang ke Cilegon pulang-pergi, itu masih sangat cukup. Tapi kalau dipaksa sampai ke Merak dan balik lagi ke Kramat Watu, mungkin sistem akan menunjukkan indikator ‘lowbat’ atau butuh pengisian daya,” jelasnya.
“Sedangkan untuk kecepatan maksimalnya sendiri dibatasi pada 55 km/jam untuk menjaga stabilitas di dataran rendah, dan Waktu Pengisian: Sekitar 7 jam dari 0% ke 100%,” tambah Opan.
Kelebihan utama dari baterai Honda ICON e: adalah adanya Battery Management Unit (BMU). Sistem ini berfungsi sebagai otak pelindung sel baterai yang mampu melakukan deteksi kegagalan mandiri.
“Ibaratnya, baterai ini sudah bisa menjaga dirinya sendiri. Kalau dia lagi ‘sakit’ atau ada masalah teknis, sistem akan memberi tahu pengendara melalui informasi yang tersimpan di BMU. Sangat pintar, kecuali kalau dia nggak punya uang, dia nggak bisa kasih tahu,” canda Opan.
Secara teknis, Honda ICON e: menggunakan In-Wheel Electric Motor dengan torsi yang cukup besar, yakni 85 Nm, lebih tinggi dibandingkan eM1 e:. Alur kerjanya melibatkan koordinasi presisi antara komponen seperti arus baterai standby di sekring (fuse) 30 Ampere menunggu kunci kontak ON. Saat kunci kontak on arus diteruskan melalui Main Switch menuju Down Regulator (pengubah tegangan 48V ke 12V) dan Power Control Unit (PCU), dan saat pengendara memutar gas, sensor Accelerator Position Sensor (APS) mengirimkan perintah ke PCU.
“Jika gas diputar 30 persen, PCU akan mengalirkan listrik 30 persen ke motor. Jika diputar hingga 80.persen, PCU akan menambah daya secara instan sehingga motor melaju lebih kencang,” terang Opan.
Opan juga menyoroti kelebihan fungsional ICON e yang tidak dimiliki model sebelumnya. Honda ICON e kini dilengkapi dengan bagasi luas di bawah jok, hal ini dimungkinkan karena posisi baterai diletakkan di area dek bawah (pijakan kaki).
Selain itu, ICON e mendukung sistem pengisian daya langsung (on-board charging) melalui colokan yang tersedia di motor, sehingga pengguna tidak selalu harus melepas baterai seberat 11,4 kg tersebut untuk diisi daya.









