Banten24

Masalah Sampah Tangsel, Gubernur Banten Dorong Percepatan PLTSa

BISNISBANTEN.COM Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa persoalan sampah terutama di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menjadi tantangan serius yang dihadapi Provinsi Banten. Menurutnya, permasalahan sampah bukan hanya isu lokal, melainkan persoalan nasional yang membutuhkan solusi terintegrasi dan berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret yang tengah didorong pemerintah adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Andra Soni menyampaikan bahwa Provinsi Banten mendapatkan dua paket proyek PLTSa sebagai bagian dari program prioritas nasional. “Alhamdulillah Provinsi Banten mendapatkan dua paket listrik tenaga sampah,” ujar Andra Soni, Kamis di Pendopo Gubernur (8/1/2026).

Paket pertama PLTSa direncanakan berlokasi di wilayah aglomerasi Tangerang Raya. Ia menjelaskan, kesiapan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Banten juga akan menggelar rapat koordinasi lanjutan untuk mematangkan pelaksanaan proyek tersebut.

Advertisement

“Kesiapan TPA Jatiwaringin sudah mencapai 95 persen dan dalam waktu dekat kita akan melaksanakan rakor koordinasi kedua,” katanya. Sementara itu, paket kedua PLTSa akan dikembangkan di wilayah aglomerasi Serang Raya. Namun, Andra Soni mengungkapkan bahwa proyek tersebut masih membutuhkan sejumlah persiapan, khususnya terkait ketersediaan lahan dan kuota sampah yang memadai.

“Untuk Serang Raya diperkirakan sekitar Agustus, yang harus dipersiapkan oleh Cilowong adalah kesiapan lahan dan juga kuota sampahnya,” jelasnya. Ia menambahkan, saat ini jumlah sampah di wilayah Serang Raya dinilai belum mencukupi untuk menjalankan program prioritas nasional tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk memastikan proyek PLTSa dapat berjalan sesuai ketentuan.

Selain pembangunan infrastruktur, Gubernur Andra Soni juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, penanganan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara menyeluruh. “Kita juga berusaha bersama-sama bagaimana permasalahan sampah ini bisa diatasi, termasuk merubah perilaku masyarakat. Sampah itu harus dimulai dari rumah tangga pengurusannya,” pungkasnya.

(Sarah)

Advertisement
bisnisbanten.com