Perbankan

Luncurkan GNPIP, BI Banten dan Pemda Komitmen Kendalikan Inflasi

BISNISBANTEN.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten bersama pemerintah daerah baik Kabupaten Lebak dan Pemprov Banten berkomitmen untuk terus mengendalikan inflasi di Provinsi Banten. Komitmen ini diwujudkan lewat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi dan Pangan (GNPIP) yang berlangsung di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (31/8).

Dalam kegiatan ini hadir Anggota DPR RI Marinus Gea, Staf Ahli Pemprov Banten Komari, Kepala BI Banten Imaduddin Sahabat, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Banten Babar Suharso.

Advertisement

Kepala Perwakilan BI Banten Imaduddin Sahabat mengungkapkan, kegiatan ini sebagai wujud nyata dan konsisten Pemprov Banten dalam mendukung dan mendorong Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan di Banten. Saat ini, ekonomi masih bergejolak dan harga komoditas dunia juga mengalami kenaikan dan ini tentu berimbas pada harga pangan di Indonesia.
Kondisi ini bukan hanya dirasakan di Indonesia dan Banten, tetapi di seluruh dunia.

“Kegiatan ini aksi nyata dalam kebersamaan untuk mengendalikan inflasi dan Inflasi Banten pada Juli 2022 mencapai 4,88 persen dan dibawah rata-rata daerah di Jawa,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga pangan untuk cabai sekitar 150 persen dan seharusnya kenaikan di bawah 50 persen agar bisa tetap menjaga laju inflasi. “Untuk merendam kenaikan inflasi, BI meluncurkan digital farming yang bekerja sama antar daerah terutama Lebak sebagai sentral holtikultura. Mudah-mudahan dengan adanya Jalan Tol Serang-Panimbang bisa dikirim ke Kota Serang dan Cilegon,” tuturnya.

Advertisement

Upaya konkrit lain yang dilakukan untuk mengendalikan inflasi yakni pemberian 77.777 bibit diberikan kepada beberapa klaster. Selain itu, BI Banten melakukan urban farming dengan menanam cabai serentak di salah satu pantai di Kabupaten Lebak.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengungkapkan, Kabupaten Lebak terus melakukan upaya untuk mengendalikan inflasi antara lain melakukan operasi pasar secara rutin terutama saat hari raya yang berkaitan dengan kebutuhan pokok. Selain itu, ASN Lebak diwajibkan menanam minimal 5 pohon di rumah dan ASN yang mendapatkan promosi jabatan harus menyerahkan minimal 5 pohon.

“Kami juga mengaktifkan Bumdes untuk menanam cabai, salah satunya daerah Sawarna,” katanya.

Selain itu, ia berharap, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang bisa masuk dalam daerah yang di survei Indeks Harga Konsumen (IHK).

Staf Ahli Pemerintahan Provinsi Banten Komari mengungkapkan, Pemprov Banten memberikan apresiasi kepada BI atas kegiatan dan sinergi seluruh pemangku kepetingan dalam pengendalian inflasi daerah. Sesuai dengan arahan presiden untuk aktif dan rutin mengadakan rapat dan gubernur jangan  ragu melakukan rapat dengan BI, BPS, Kadin dan Forkompinda. Selain itu, BI juga sudah sangat memberikan dukungan melakukan gerakan-gerakan dalam menjaga inflasi di Banten.

“Semoga dengan kegiatan ini dapat membantu dalam meningkatkan perekonomian di Banten,” katanya. (susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com