Banten24

Kota Serang Siaga Darurat Banjir: Ribuan Jiwa dari 9 Kelurahan Terdampak

BISNISBANTEN.COM – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Serang sejak Minggu lalu mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat curah hujan tertinggi mencapai 52,6 mm per hari, yang memicu dampak luas di pemukiman warga.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengungkapkan bahwa bencana ini telah mengganggu tatanan kehidupan dan penghidupan masyarakat sebagaimana definisi dalam UU No. 24 Tahun 2007.

Berdasarkan data terkini, sebanyak 9 kelurahan di 3 kecamatan terdampak banjir, di Kecamatan Kasemen terjadi di Kelurahan Kasemen, Margaluyu, Banten, dan Sawah Luhur. Kecamatan Walantaka di Kelurahan Teriti, da Kecamatan Cipocok Jayadi Kelurahan Banjaragung dan Panancangan.

Advertisement

“Intensnya curah hujan itu dampaknya merendam kurang lebih 902 rumah, Kepala keluarganya sebanyak 142, jumlah jiwanya 4.039. Rumah roboh ada empat kejadian, pohon tumbang tiga kejadian, longsor satu kejadian,” terang Diat, pada Jum’at (19/12/25).

Menyikapi situasi ini, BPBD telah mengajukan peningkatan status kebencanaan kepada Walikota Serang.

“Kami sedang memproses peningkatan status menjadi Siaga Darurat. Kajian sudah saya buat dan dikirimkan. Saat ini, secara teknis kita mengikuti status Waspada dari BMKG,” ujar Diat.

Kondisi Sungai Cibanten juga menjadi perhatian serius. Data dari BBWSC menunjukkan ketinggian air sempat mencapai 107,22 MDPL, melampaui ambang batas maksimum normal di angka 107 MDPL. Meski ada penurunan tipis sebesar 0,04 MDPL saat ini, status sungai masih berada di level Waspada.

“Tapi data saat ini ada penurunan sebesar 0,04 MDPL. Mudah-mudahan sampai dengan besok kalau enggak ada hujan lagi, apalagi hujan di Hulu ya, semoga besok-besok sudah turun lagi ke angka normal, maksimal 107,” tambahnya.

Diat memperingatkan bahwa potensi hujan lebat masih akan berlanjut. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, puncak musim hujan di Kota Serang diprediksi terjadi hingga pertengahan Januari mendatang. Masyarakat diminta waspada terhadap curah hujan tinggi yang dipicu oleh fenomena siklon.

Diat menghimbau kepada masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan akan fenomena alam dan cuaca seperti ini, terutama untuk hujan. Dan berharap masyarakat, warga, dapat gotong-royong membersihkan lingkungan rumahnya, membersihkan saluran-saluran yang mampat, membersihkan sampah-sampah sampai dengan tidak membuang sampah ke saluran.

“Kalau ada kejadian, kita punya kanal-kanal informasi YouTube, IG, Facebook sampai dengan layanan Pusdalok, segera laporkan ke kami, apabila ada kejadian lakukan sebisa mungkin untuk minimalnya menyelamatkan diri atau evakuasi mandiri terlebih dahulu,” tutupnya. (siska)

Advertisement
bisnisbanten.com