Banten24

Kota Serang Jadi Pionir Digitalisasi ASN dan Manajemen Talenta, Budi Rustandi: ‘The Right Man on the Right Place’

BISNISBANTEN.COM – Walikota Serang, Budi Rustandi, secara resmi membuka acara Pilot Project Digitalisasi ASN yang dihadiri langsung oleh Wakil Kepala BKN Republik Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Kota Serang sebagai daerah pertama di tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Banten yang sukses menerapkan Manajemen Talenta (MT) secara komprehensif.

Budi Rustandi mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, digitalisasi arsip dan manajemen talenta merupakan bagian dari upaya besar menciptakan transparansi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

Budi menegaskan bahwa sistem ini akan menghapus praktik “titipan” dalam penempatan jabatan. Melalui tes CACT (Computer Assisted Competency Test), ASN akan dikategorikan dalam sembilan kotak (box) talenta yang menentukan kompetensi mereka.

Advertisement

“Pentingnya sangat luar biasa karena kinerja menjadi tolok ukur utama. Tidak bisa lagi sembarangan menaruh orang jika tidak sesuai kemampuannya. Output terpentingnya adalah menaruh orang pada tempatnya,” tegas Budi.

Kesuksesan Kota Serang dalam menyelesaikan program pusat ini membuat banyak daerah lain melirik. Budi menyebutkan bahwa daerah luar seperti Lampung hingga kabupaten/kota lain mulai datang ke Kota Serang untuk melakukan studi banding.

“Daerah lain belajar ke kita sekarang. Ini juga berdampak positif pada PAD (Pendapatan Asli Daerah). Jika mereka studi banding dan menginap di Kota Serang, itu tentu menguntungkan kita,” tambahnya.

Kelebihan dari digitalisasi ini adalah integrasi data secara langsung dengan BKN Pusat. Hal ini memungkinkan proses evaluasi kinerja dilakukan secara rutin setiap enam bulan.

“Jika dalam perjalanan kinerjanya kurang baik, BKN akan mengevaluasi. Menariknya, kita bisa melakukan pergantian atau evaluasi jabatan melalui koordinasi dengan BKN secara online, karena datanya sudah terintegrasi,” jelasnya.

Kepala BKPSDM Kota Serang, Murni, menyatakan bahwa hingga 3 Februari 2026, progres pemenuhan dokumen kepegawaian telah menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan mencapai 57 persen.

Untuk mencapai hasil maksimal, Sekretaris Daerah Kota Serang telah mengeluarkan surat edaran resmi terkait pemenuhan dokumen. BKPSDM juga melakukan pendampingan intensif kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kami mengumpulkan para Kasubag Umum dan Kepegawaian untuk mempercepat proses ini. Target kami, maksimal pada Maret 2026 seluruh pendigitalisasian data ini sudah selesai,” ujar Murni.

Kota Serang tercatat sebagai daerah pertama di Provinsi Banten yang menerapkan Sistem Manajemen Talenta (Si-Mata) milik BKN. Atas komitmen tersebut, Pemkot Serang telah dianugerahi penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 5 Januari 2026 lalu.

Murni menegaskan bahwa sistem ini merupakan jawaban atas isu-isu negatif terkait mutasi dan promosi jabatan. Dengan Si-Mata, profil pegawai akan dinilai secara objektif berdasarkan kinerja (SKP), potensi, kompetensi, hingga integritas.

“Update data sama dengan update karier. Jika pegawai tidak mencapai standar atau tidak meng-update ‘personal branding’ mereka di sistem, maka kariernya tidak akan naik. Semua dinilai berdasarkan sistem,” tegasnya.

Hingga akhir 2025, BKPSDM baru melakukan profiling terhadap 1.152 ASN. Mengingat total ASN di Kota Serang mencapai 9.000 lebih, Murni telah berkoordinasi langsung dengan Wakil Kepala BKN RI untuk mendukung percepatan profiling bagi sisa 8.000 pegawai lainnya di tahun ini.

Digitalisasi ini mencakup seluruh riwayat kepegawaian, mulai dari pengangkatan CPNS hingga masa pensiun. Keamanan data pun terjamin karena setiap akun hanya bisa diakses oleh pegawai yang bersangkutan menggunakan NIP dan kata sandi pribadi.

Transformasi digital ini, menurut Murni, merupakan bentuk nyata dukungan Pemkot Serang terhadap Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI terkait transformasi digitalisasi, yang juga selaras dengan 13 program prioritas Walikota Serang.

“Ini adalah upaya akselerasi dari hulu ke hilir. Selain mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), ini juga memastikan layanan kepegawaian bebas biaya dan transparan,” pungkasnya.(siska)

Advertisement
bisnisbanten.com