Kota Serang Dikepung Banjir, 1.023 Rumah Terendam dan Ribuan Jiwa Terdampak

BISNISVANTEN.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Serang menyebabkan banjir di sejumlah titik pada awal tahun 2026.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang hingga Sabtu (03/01/26) pukul 04.25 WIB, tercatat sebanyak 1.023 rumah terendam dengan total warga terdampak mencapai 3.033 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyampaikan bahwa terdapat 12 titik kejadian banjir yang tersebar di dua kecamatan utama, yakni Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang.
Kecamatan Kasemen menjadi wilayah yang paling luas terdampak banjir. Sebanyak 11 lokasi di kecamatan ini terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 20 cm hingga 100 cm.
Titik terparah terpantau di Lingkungan Baru Bugis, Kelurahan Banten dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Selain itu, di Lingkungan Jenggot dan Cikedung, air setinggi 80 cm masih menggenangi pemukiman warga hingga pagi ini.
Beberapa wilayah terdampak di Kasemen meliputi:
* Kelurahan Banten: Link. Kroya Lama, Link. Sukajaya, Komplek Banten, dan Link. Baru Bugis.
* Kelurahan Margaluyu: Link. Kendal, Link. Ambon, Link. Jenggot, dan Link. Cikedung.
* Kelurahan Kasemen: Perum. Puri Keraton.
* Kelurahan Kasunyatan: Link. Jabang Bayi.
Fasilitas umum juga turut terdampak, di antaranya SDN Ambon dan kawasan Masjid Agung Banten yang sempat tergenang meski saat ini dilaporkan sudah mulai surut.
Total warga yang terpaksa mengungsi akibat kejadian ini tercatat sebanyak 62 KK. Di Link. Kroya Lama saja, sebanyak 50 KK memilih meninggalkan rumah mereka karena ketinggian air mencapai 60 cm.
“Total keseluruhan ada 1.087 KK atau sekitar 3.033 jiwa yang terdampak. Kami juga mencatat satu fasilitas pendidikan, yakni SDN Ambon, ikut terendam,” ujar Diat Hermawan dalam keterangannya.
BPBD Kota Serang telah menerjunkan personel dan peralatan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban serta pendataan wilayah terdampak. Hingga saat ini, kondisi di sebagian besar titik dilaporkan mulai berangsur surut, namun petugas tetap disiagakan untuk memonitoring situasi.
Masyarakat Kota Serang diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.
“Kami meminta masyarakat selalu mengikuti perkembangan cuaca dari BMKG. Bagi pengguna jalan, harap berhati-hati saat melintasi jalur rawan longsor dan pohon tumbang,” tambah Diat.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di wilayah Kota Serang terpantau berawan. BPBD terus melakukan monitoring melalui call center dan media sosial untuk merespons cepat laporan warga.(siska)









