Kali Cibanten Resmi Jadi Destinasi Wisata Air: Padukan Edukasi, Sejarah, dan Olahraga

BISNISBANTEN.COM – Kota Serang kini memiliki destinasi wisata baru yang menawarkan pengalaman berbeda. Kali Cibanten secara resmi diperkenalkan sebagai destinasi wisata air melalui acara soft launching yang digelar di Jembatan Kidemang, Kelurahan Unyur, Kota Serang, Sabtu (31/01/26).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata kolaborasi antara Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB), Dispora Kota Serang, Dinas Pariwisata Provinsi Banten, dan BBWSC3 untuk menyulap sungai menjadi ruang publik yang bermanfaat.
Menyusuri Jejak Sejarah Lewat Arus Sungai
Rangkaian acara dibuka dengan aksi susur sungai menggunakan perahu karet. Para peserta diajak melintasi aliran Kali Cibanten sepanjang kurang lebih empat kilometer, mulai dari titik Kidemang hingga Kenari.
Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, menjelaskan bahwa pengembangan wisata ini mengusung tiga pilar utama yang pertama edukasi lingkungan dengan mengajak masyarakat melihat langsung kondisi sungai. Kedua sejarah, mengenalkan nilai historis kawasan Banten Lama yang dilintasi aliran sungai, dan yag ketiga rekreasi & olahraga dengan menyediakan aktivitas fisik yang memicu adrenalin namun tetap aman.
“Kali Cibanten punya nilai sejarah dan potensi besar. Lewat wisata air ini, masyarakat diajak mengenal sungai sekaligus menjaga kebersihannya,” ujar Lulu.
Meskipun perjalanan kini bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam, jauh lebih cepat dibanding upaya pembersihan sebelumnya yang memakan waktu lima jam, masalah sampah masih menjadi kendala utama.
Lulu mengakui bahwa material sampah dan endapan akibat hujan deras kerap menghambat laju perahu. Oleh karena itu, koordinasi dengan BBWSC3 terus dilakukan, termasuk rencana pemetaan zona, dimana zona hulu difokuskan untuk aktivitas arung jeram, sedangkan zona hilir diarahkan sebagai kawasan wisata edukasi dan sejarah.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba sensasi susur sungai, Wisata Air Kali Cibanten kini mulai terbuka bagi kunjungan wisatawan. KPSB telah menyiapkan relawan pendamping, termasuk dari unsur Pramuka, untuk memastikan aspek keselamatan.
“Wisatawan bisa datang dan menyesuaikan jadwal, tergantung debit air di hulu,” tambah Lulu. Aktivitas ini bersifat fleksibel namun tetap mengutamakan faktor cuaca.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Serang, Arfina Rustandi, yang turut menjajal susur sungai, memberikan apresiasi tinggi. Ia menekankan bahwa keberhasilan wisata ini sangat bergantung pada kesadaran masyarakat.
“Kalau sungainya bersih, manfaatnya bisa dirasakan bersama. Wisata air bisa berkembang dan lingkungan tetap terjaga,” pesan Arfina sembari mengimbau warga untuk berhenti membuang sampah ke bantaran sungai.(siska)









