Ekonomi

Jelang Ramadan, BI dan Pemprov Banten Bersinergi Jaga Inflasi Tetap Stabil

BISNISBANTEN.COM Pemerintah Provinsi Banten bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Banten sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama dalam mengamankan pasokan dan mengendalikan inflasi di seluruh wilayah Banten.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa inflasi Provinsi Banten sepanjang 2025 terkendali dengan baik dan berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menghadapi potensi kenaikan harga pada momentum hari besar keagamaan.

“Alhamdulillah, inflasi di Provinsi Banten pada 2025 terjaga dengan baik dan berada di bawah rata-rata nasional. Di awal tahun ini juga masih dalam rentang yang ditetapkan pemerintah,” ujar Andra Soni, Rabu (11/2/2026). Ia menegaskan, Pemprov Banten bersama TPID akan memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap aman dan distribusi berjalan lancar. Berbagai langkah seperti operasi pasar murah dan kegiatan stabilisasi harga kembali disiapkan sebagai upaya preventif menekan gejolak harga.

Advertisement

Terkait adanya temuan inflasi yang relatif lebih tinggi di sejumlah wilayah pedesaan, Gubernur menyatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Bank Indonesia untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat. “Secara keseluruhan inflasi masih terjaga, pasokan tersedia dan distribusi berjalan baik. Namun tentu temuan-temuan di lapangan akan kita tindak lanjuti,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza, menegaskan TPID akan memperkuat pengawasan langsung di lapangan guna mencegah praktik perdagangan yang tidak wajar. “Kita di TPID Provinsi Banten juga akan meningkatkan kegiatan sidak lapangan. Jadi jangan ada praktik-praktik penimbunan yang harus dipastikan agar harga tetap stabil, sekaligus meningkatkan kegiatan monitoring,” ujar Ameriza.

Ia menambahkan, pengawasan akan dilakukan hingga tingkat desa melalui sinergi tim stabilisasi pangan di masing-masing daerah. “Di setiap daerah ada tim pengendalian dan keamanan pangan. Di dalamnya ada dinas ketahanan pangan dan unsur penegak hukum. Kegiatan ini nanti akan dikoordinir bersama Polda Banten dan jajaran terkait,” jelasnya.

Menurut Ameriza, langkah tersebut penting agar tidak terjadi praktik perdagangan yang tidak wajar menjelang Ramadan dan Idulfitri. Dengan pengawasan terpadu, diharapkan stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan, TPID optimis stabilitas harga pangan di Provinsi Banten dapat terus dikendalikan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang.

(Sarah)

Advertisement
bisnisbanten.com