Jelang Lebaran, Produksi Kue Kering di Kampung Benggala Serang Melonjak 35 Persen

BISNISBANTEN.COM – Geliat produksi kue kering di Kampung Benggala, Kota Serang, mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang memburu kudapan khas Lebaran, baik untuk sajian di rumah maupun buah tangan saat mudik ke kampung halaman.
Salah satu pelaku usaha kue kering rumahan yang kebanjiran pesanan adalah Daraque. Pemilik Daraque, Herawati, mengungkapkan bahwa volume produksi tahun ini meningkat pesat dibanding periode sebelumnya.
“Produksi kue kering tahun ini naik sekitar 35 persen dibandingkan tahun lalu. Biasanya, pada H-7 Lebaran produksi kami sudah berhenti, namun tahun ini masih terus berjalan karena target 1.000 toples belum tercapai,” ujar Herawati saat ditemui di rumah produksinya, dikutip pada Rabu (11/03/26).
Daraque memproduksi sedikitnya 10 varian kue kering yang menjadi favorit konsumen. Beberapa di antaranya adalah lidah kucing rainbow, kastengel, kue kacang, putri salju, choco chip, hingga tiga jenis nastar (nastar roll, nastar keju, dan nastar bulat).
Menurut Herawati, jenis yang paling banyak diburu pelanggan adalah nastar keju, nastar roll, nastar bulat, lidah kucing, dan kastengel. Meski permintaan tinggi, ia mengaku harus melakukan sedikit penyesuaian harga akibat kenaikan harga bahan baku di pasaran.
“Ada kenaikan harga sekitar Rp5.000 per item, terutama untuk jenis kastengel dan nastar, karena menyesuaikan dengan biaya produksi yang juga naik,” jelasnya.
Harga yang ditawarkan Daraque cukup bervariasi tergantung ukuran dan jenis kuenya. Nastar ukuran tabung 600 ml di banderol Rp70.000, sedangkan ukuran 800 ml dibanderol Rp90.000.
Untuk Kastengel ukuran 600 ml dibanderol Rp100.000, sedangkan ukuran 800 ml dibanderol Rp125.000. Secara umum kue kering yang dupasarkan berkisar antara Rp65.000 hingga Rp125.000 per toples.
Selain itu Daraque juga menyediakan parsel lebaran dengan harga mulai dari Rp250.000 hingga Rp300.000.
Kue kering asal Benggala ini tidak hanya mendominasi pasar lokal seperti Serang, Pandeglang, dan Cilegon, tetapi juga merambah hingga ke luar provinsi. Herawati menyebutkan banyak pesanan datang dari Lampung, Purwokerto, Sidoarjo, Yogyakarta, hingga Jakarta.
Untuk mengimbangi tingginya antusiasme tersebut, Herawati terus memperluas jaringan reseller agar produknya dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, terutama bagi mereka yang mencari oleh-oleh khas untuk dibawa mudik.(siska)









