Jaga Kelestarian Sungai Cibanten, DLH Kota Serang Siapkan Strategi Retribusi Rumah di Sempadan Sungai

BISNISBANTEN.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menegaskan komitmennya bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya berfokus pada wilayah darat, melainkan juga menyasar kebersihan daerah aliran sungai. Salah satu prioritas utamanya saat ini adalah menjaga kelestarian dan memantau ketat kualitas air di Sungai Cibanten.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan program Rabu Bersih dengan melibatkan partisipasi aktif warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai demi menjaga kebersihan aliran air.
Selain aksi bersih-bersih rutin, pemerintah daerah tengah menyusun langkah strategis jangka panjang untuk menyetop kebiasaan warga membuang sampah liar ke sungai. DLH berencana menerapkan penarikan retribusi pelayanan sampah langsung ke rumah-rumah di area sempadan sungai.
“Pemerintah berencana menarik retribusi pelayanan sampah di rumah-rumah yang berada di dekat sempadan sungai. Langkah ini diambil agar pengangkutan sampah menjadi lebih terorganisasi, sekaligus mencegah warga membuang sampah langsung ke sungai,” ujar Farach, dikutip pada Senin (06/07/26).
Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait dampak sampah terhadap ekosistem sungai, Farach membeberkan data hasil pemantauan berkala. DLH Kota Serang rutin melakukan pengujian kualitas air setiap bulan di tiga titik krusial aliran Sungai Cibanten, yaitu daerah Gelam, daerah Kidemang, dan daerah Angsana.
Berdasarkan hasil uji parameter lingkungan teranyar, kondisi air Sungai Cibanten dipastikan masih dalam status relatif aman untuk mendukung aktivitas harian warga setempat. Namun, Farach memberikan catatan penting.
“Parameter-parameter yang digunakan itu sejauh ini masih dalam wajar dan bisa digunakan oleh masyarakat, tapi jangan diminum,” ungkap Farach tegas.
Meski indikator kualitas air saat ini dinilai masih wajar, DLH Kota Serang enggan gegabah dan tidak akan melonggarkan pengawasan. Edukasi dan sosialisasi akan terus digencarkan guna mendongkrak kepedulian warga.
Farach berharap ke depannya masyarakat Kota Serang bisa membangun kesadaran kolektif secara mandiri yang dimulai dari tindakan kecil di lingkup keluarga.
“Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah, tertib dalam membayar iuran sampah, serta bersama-sama menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap kebersihan Kota Serang,” pungkasnya. (Siska)









