Jadi Juri Kehormatan Sayembara, Wali Kota Helldy Ingin Desain Kawasan Kota Cilegon Tampak Modern Dengan Mempertahankan Kearifan Lokal

BISNISBANTEN.COM — Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menjadi juri kehormatan pada Sayembara Gagasan Desain Kawasan Kota Cilegon tahap 2 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Cilegon di Greenotel Cilegon, Jumat 19 April 2024. Sebelumnya, proses penilaian tahap 1 sudah dilakukan pada Senin 1 April 2024 lalu. Proses penilaian yang difokuskan di Koridor Jalan Pusat Kota dan Jalan Kawasan Merak itu merupakan momentum penting dalam merancang masa depan Kota Cilegon.
Pada kesempatan tersebut, Helldy menekankan pentingnya mempertahankan identitas dan kearifan lokal Kota Cilegon dalam desain yang dipresentasikan. Memasukkan elemen sejarah lokal, seperti perang Geger Cilegon, ke dalam desain kawasan merupakan elemen yang sangat penting. Ia juga menyoroti infrastruktur dengan merencanakan pengalihan kabel listrik ke bawah tanah untuk memberikan kesan bersih dan modern tanpa mengganggu pemandangan kota. “Kita ingin melihat Kota Cilegon berkembang dengan konsep modern yang sejalan dengan keberadaan industri, namun tanpa mengorbankan unsur-unsur identitas yang merupakan bagian integral dari sejarah dan kebudayaan kota ini,” kata Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, Jumat 19 April 2024.
Lebih lanjut, Helldy menjelaskan beberapa titik fokus yang menjadi kriteria utama dalam sayembara tersebur, termasuk di Cilegon Timur, perempatan bunderan Perumahan Pondok Cilegon Indah (PCI), rumah Dinas Wali Kota Cilegon atau Masjid Agung Raya dan Landmark seperti Tugu serta Patung Geger Cilegon.
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kota Cilegon Wilastri Rahayu menjelaskan bahwa Kota Cilegon telah berkembang pesat dan menjadi salah satu sorotan nasional karena terdapat objek vital nasional, Kawasan Industri Strategis dan fasilitas pelabuhan industri serta pelabuhan penyeberangan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Selain memperkuat posisi strategis Kota Cilegon, keberadaan aktivitas tersebut juga membuat banyak orang berkunjung ke Cilegon, baik dalam rangka bekerja maupun sekedar melintas menuju Pulau Sumatera. Namun, potensi tersebut belum dijadikan sebagai peluang untuk menjadikan Kota Cilegon semakin tumbuh pesat. “Sayembara ini digelar untuk memperoleh ide atau gagasan desain kawasan koridor jalan pusat Kota Cilegon melalui kompetisi terbuka bagi seluruh masyarakat, khususnya yang memiliki keahlian di bidang arsitektur, perencanaan dan perancangan kota di Indonesia. Tujuan utamanya ada 2 yakni, mendapatkan konsep dan desain penataan Kawasan koridor jalan kota Cilegon yang merepresentasikan dan mengangkat kearifan lokal Kota Cilegon dan memperoleh desain skematik yang layak untuk dapat diimplementasikan dan dikembangkan menjadi Perencanaan Teknis,” jelasnya.
Menurut Wilastri, sayembara tersebut bersifat terbuka untuk umum dan diikuti oleh sejumlah peserta kategori kelompok dan perorangan. Sementara tim panitia dan dewan jurinya melibatkan kaum professional dari Pemkot Cilegon dan Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Banten. “Penilaian dilangsungkan dalam dua tahap, yakni semua Panel Karya Peserta akan dinilai oleh Dewan Juri untuk dipilih sebagai Nominator dan kedua para kandidat terpilih akan mempresentasikan Karyanya didepan para Dewan Juri dan Juri Kehormatan, yakni Pak Wali (Helldy Agustian-red) dan Pak Sekda (Sekretaris Daerah Maman Mauludin-red) untuk kemudian akan ditentukan pemenang,” tuturnya.
Ketua Panitia Sayembara Gagasan desain Kawasan Kota Cilegon AR Libradi Dwi Puutranto menyampaikan bahwa ada lima tim peserta yang akan mempresentasikan hasil desain mereka. “Setiap tim akan diberikan waktu presentasi selama 15 menit, diikuti dengan sesi tanya jawab selama 30 menit,” ungkapnya.
Diketahui, metode penilaian yang digunakan adalah metode kualitatif yang memberikan ruang bagi pandangan subjektif dari masing-masing juri. Sementara total hadiah yang disediakan mencapai Rp 650 juta. Dewan juri terdiri dari para arsitek berpengalaman, antara lain Ar. Budi Adelar Sukada, IAI., Ar, Erlangga Baskara, IAI., Ar. Rifky Ujianto, IAI., Ar. Junita B. Nonci, IAI., A. Azis Setia Ade Putra, S.T., M.M, serta Juri Kehormatan, yakni Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian, dan Sekda Kota Cilegon, Maman Mauludin. (adv)









