Intensitas Hujan Tinggi Mengakibatkan Banjir Sungai Ciujung, SCTK Pastikan Pasokan Air Bersih Berlangsung Normal

BISNISBANTEN.COM – Intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah Serang Timur sejak akhir 2025 hingga awal 2026 mengakibatkan sejumlah titik terdampak banjir. Kondisi tersebut turut memengaruhi aliran Sungai Ciujung yang menjadi salah satu sumber air baku bagi PT Sarana Catur Tirta Kelola (SCTK), perusahaan pengelola air bersih yang melayani kebutuhan industri di kawasan tersebut.
Perusahaan yang beralamat di Jalan Irigasi Pamarayan Timur, Kampung Darat Sawah, Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, ini merupakan mitra swasta PDAM Tirta Albantani dan berdiri sejak 15 Mei 1996.
SCTK menyuplai air bersih untuk kawasan industri di tujuh kecamatan di Serang Timur, meliputi Kecamatan Bandung, Binuang, Cikande, Kibin, dan sekitarnya.
Ditemui di ruang kerjanya, Commercial, External Relation & Government Relation Director SCTK Serang Timur, Deden Rochmawaty, menjelaskan bahwa meski intensitas hujan cukup tinggi dan berdampak pada peningkatan volume sampah serta sedimentasi di aliran sungai, operasional perusahaan tetap berjalan normal.
“Kapasitas produksi kami mencapai 375 liter per detik dan melayani tujuh kecamatan di Serang Timur. Memang pada akhir 2025 hingga awal 2026 ini intensitas hujan cukup tinggi sehingga banyak sampah terbawa aliran sungai dan menyebabkan sedimentasi meningkat. Namun hal tersebut tidak memberikan kendala berarti terhadap operasional kami karena telah dilakukan berbagai langkah antisipasi,” ujar Deden.
Ia mengakui, meningkatnya volume sampah yang terbawa arus sungai berpotensi mengganggu sistem pompa, bahkan dapat menyebabkan impeller tersumbat atau mengalami gangguan teknis. Kondisi ini menuntut respons cepat dari tim operasional agar suplai air tetap terjaga.
“Volume sampah yang meningkat secara signifikan memang berisiko membuat impeller pompa tersumbat. Karena itu, tim kami siaga penuh untuk memastikan pompa tetap beroperasi dan air tetap dapat disalurkan sesuai komitmen kepada para konsumen industri,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret dalam mengantisipasi potensi banjir dan gangguan operasional, SCTK telah melakukan peninggian ruang panel kontrol (junction box) hingga tiga meter. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan sistem kelistrikan dan kontrol pompa dari risiko terendam air.
“Salah satu upaya kami adalah meninggikan junction box setinggi tiga meter sehingga sistem kelistrikan dan kontrol pompa tetap aman. Dengan begitu, kelangsungan suplai air kepada konsumen dapat terjamin meski terjadi banjir,” tambah Deden.
Selain memastikan keberlangsungan layanan, SCTK juga mendorong penggunaan air bersih yang lebih ramah lingkungan dengan mengurangi ketergantungan pada air tanah.
Menurutnya, pemanfaatan air bawah tanah secara masif berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, termasuk penurunan muka tanah.
“Kami ingin bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun penyedia sarana air bersih lainnya, untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta pelaku industri agar tidak lagi menggunakan air bawah tanah secara berlebihan,” ungkapnya.
Upaya tersebut juga dilakukan melalui kampanye edukasi di media sosial perusahaan guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami hadir sebagai solusi penyediaan air bersih yang tidak hanya memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutup Deden.(dik)









