Ekonomi

Ini Saran Ekonomi Terkait NPL dan Hutang Bank Banten yang Masih Tinggi

BISNISBANTEN.COM — Meskipun Bank Banten statusnya sudah dinyatakan sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tetapi masih ada beberapa permasalahan yang harus segera diselesaikan. Setidaknya ada dua permasalahan yakni hutang dan kredit macet yang masih tinggi.

Ekonom Banten Hady Sutjipto mengungkapkan, terkait permasalahan hutang dan NPL yang masih tinggi, Bank Banten bisa melakukan penagihan dan lelang terhadap aset bermasalah itu. Semua cara dapat dilakukan untuk menyelesaikan kredit macet warisan. “Bank Banten harus bekerja sama dengan perusahaan aset yang bisa mengelola aset yang bermasalah,” katanya.

Ia menambahkan, sementara berapa strategi lain, baik yang dicanangkan Bank Banten untuk memecahkan permasalahan di atas diantaranya: Pertama, melalui penguatan dan peningkatan profesionalisme, kapasitas, serta kompetensi segenap pimpinan dan karyawan Bank Banten dalam menghadapi tantangan industri perbankan ke depan. Prinsip kehati-hatian dan professional sangatlah penting agar Banten Banten bisa berkembang dan tidak terulang masalah gagal bayar seperti tahun lalu. Selain itu, Bank Banten juga perlu pengawasan yang intens dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Advertisement

“Dengan pergantian manajemen Bank Banten yang baru tentunya memberi harapan agar pengelolaan Bank Banten yang lebih profesional dan membawa Bank Banten lebih mandiri,” katanya.

Selain itu, strategi kedua, penguatan permodalan dan likuiditas tidak bersandar dan bersumber dari RKUD Provinsi serta Kabupaten dan Kota saja, akan tetapi memperkuat permodalannya melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.

Ketiga, ekspansi bisnis yang terukur melalui penyelarasan model bisnis. Bank Banten harus menyesuaikan kondisi pasar saat ini yang semakin banyak dihadiri fintech serta bank digital. Kondisi pandemi saat ini menuntut adanya transformasi model bisnis perbankan, seperti melalui akselerasi layanan digital.

Kempat, mengakselerasi transformasi digital dalam rangka integrasi pengembangan teknologi informasi untuk menunjang terlaksananya Ekosistem Keuangan Daerah. Transformasi digital saat ini menjadi kunci bagi perusahaan untuk memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan, khususnya di tengah tekanan pandemi. Tuntutan akan kemudahan bertransaksi melalui digitalisasi perbankan harus diikuti perlindungan konsumen jasa keuangan.
(susi)

Advertisement

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com