Info Travel

Ini Dia Pulau Oar, Si Kecil yang Penuh Pesona

BISNISBANTEN.COM – Kabupaten Pandeglang, Banten, seperti tak kehabisan pulau-pulau cantik yang recommended untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Pulau Oar di Desa Sumur, Pandeglang, Banten.

Pulau berukuran mini di dekat kawasan Taman Nasional Ujung Kulon ini luasnya tak seberapa. Pulau Oar hanya memiliki luas 5,2 meter persegi, tidak perlu waktu lama jika ingin mengelilingi pulau, hanya butuh waktu sekitar 45 sampai 60 menit.

Soal keindahan, pulau ini sangat eksotis dengan pasir putih bertekstur lembut. Di pulau ini terdapat hutan, semak belukar, dan beberapa lokasi yang banyak ditumbuhi hutan bakau.

Advertisement

Selain trekking, aktivitas lain yang bisa dilakukan di pulau ini adalah bermain air di pantai, bersantai memandangi lautan luas, dan juga snorkeling. Peralatan snorkeling bisa membawa sendiri atau menyewa peralatan yang sudah termasuk snorkel, pelampung, dan fins. Berbagai jenis ikan dan terumbu karang bisa dinikmati saat snorkeling.

Pulau ini tidak jauh dari Pulau Umang dengan kondisi pulau yang masih asri. Pulau Oar memiliki air laut yang masih bebas dari sampah, terlihat bening, dan menyegarkan. Gradasi warna biru air laut di pantai ini membuat rileks.

Untuk menuju pulau ini, jika dari Jakarta membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 7 jam. Perjalanan sepanjang 71 km ini dapat ditempuh dengan menggunakan rute Jakarta-Pantai Anyer-Pantai Carita, Labuan, dan lanjutkan perjalanan hingga tiba di Desa Sumur. Namun bisa juga dari Jakarta menyusuri Pandeglang ke Labuan hingga sampai ke Sumur.

Advertisement

Saat menyeberang ke Pulau Oar, beberapa nelayan dengan kapal-kapal nampak berjajar di tepi pantai. Sebagian hendak pulang, sebagian lainnya sibuk menjaring ikan. Warga di sini umumnya memanfaatkan laut sebagai mata pencaharian. Tidak heran, jika banyak terdapat bagan ikan yang terpasang di sepanjang perjalanan laut menuju Pulau Oar.

Untuk menyeberang ke Pulau Oar, bisa menyewa perahu nelayan yang tertambat di Desa Sumur. Perjalanan memakan waktu sekitar 10 menit.

Sesampainya di pulau, akan disambut deburan ombak yang tenang dengan garis pantai melengkung bewarna putih yang seperti menjadi pintu masuk menuju pulau. Perairan berwarna biru bening menghampar luas sebagai salah satu lanskap pemandangan di pulau ini. Sedangkan di sisi kiri, terdapat pemandangan Pulau Umang yang menjadi pulau tetangga Pulau Oar.

Selain Pulau Umang, pulau yang bertetangga dengan Pulau Oar adalah Pulau Peucang. Biasanya pengunjung pulau-pulau tersebut juga sering menghabiskan waktu untuk snorkeling di Pulau Oar karena Pulau Umang hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan atau peristirahatan saja seperti hotel, vila atau home stay.

Ombak di Pulau Oar relatif kecil dan lebih aman untuk pengunjung yang ingin bermain air ataupun berenang. Pantainya pun tidak berkarang.

Karena merupakan pulau tidak berpenghuni, fasilitas yang disediakan di pulau ini memang sangat minim, terutama fasilitas penginapan. Jika ingin menginap, bisa mendirikan tenda sehingga lebih menyatu dengan alam. Di sini pun terdapat gazebo yang disediakan pengelola. Jika ingin menggunakan gazebo, pengunjung diwajibkan membayar Rp100 ribu rupiah.

Bagaimana, siap berlibur ke pulau ini? (Hilal)

Tinggalkan Komentar

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.