
BISNISBANTEN.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan yang menyentuh angka 7,654 atau turun 8 persen dibandingkan hari sebelumnya. Akibat penurunan yang tajam membuat perdagangan di bursa dihentikan sementara.
Seperti diketahui,sehari sebelumnya IHSG juga mengalami penurunan 8 persen ke level 8.320,55 yang membuat perdagangan juga mengalami penurunan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan dibayangi tekanan jual masif pada hari ini, Kamis (29/01).
Kepanikan pasar dipicu oleh sentimen negatif berlapis, mulai dari peringatan lembaga indeks global hingga revisi rekomendasi dari raksasa perbankan investasi dunia.
Melansir dari Ipotnews pada Kamis (29/01/26), Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan menghadapi terkanan berat, Harga ETF saham Indonesia.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini rawan terkoreksi lebih lanjut. Secara teknikal indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish, ada potensi rebound IHSG jika ditutup tetap berada di atas garis SMA-120.
Analis Indo Premier berpendapat, tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin – setelah ultimatum MSCI – diperparah oleh sentimen investor global yang terus melakukan outflow dari pasar domestik seiring kekhawatiran batasan legal fiskal dan independensi Bank Indonesia.
Resiko koreksi lanjutan terbuka pada perdagangan pagi ini seiring tekanan panic selling lanjutan, meskipun begitu ada potensi intraday rebound jika beberapa grup emiten memutuskan untuk buyback. Seperti diketahui, BCA dengan kode saham BBCA akan buyback sahamnya maksimal Rp5 triliun. (Siska)









