
BISNISBANTEN.COM – Harga beras di Pasar Induk Rau, Kota Serang, terpantau masih tinggi, terutama untuk beras premium. Berdasarkan pantauan, harga beras premium masih dijual seharga Rp16.000 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp14.900 per kilogram.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Rau, Udin, mengatakan bahwa harga beras premium sudah melonjak sejak tiga bulan terakhir. “Masih tinggi, Mas. Kalau untuk beras premium mungkin sudah tiga bulan lalu. Sudah sejak awal tahun bahkan sudah tinggi, kita sebut beras premium ini harga jualnya Rp16.000 ke atas,” ujar Udin dikutip pada Kamis (28/8/25).
Berbeda dengan beras premium, harga beras medium justru mengalami penurunan. Udin menyebutkan, harga beras medium turun dari Rp14.000 menjadi Rp13.000 per kilogram dalam sepekan terakhir.
Meskipun demikian, harga ini masih sedikit di atas HET yang seharusnya Rp12.500 per kilogram. Penurunan ini diduga merupakan dampak dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pemerintah.
Sementara itu, penjual beras lainnya, Junaedi, menyatakan bahwa belum ada penurunan signifikan pada beras premium. Ia menambahkan, harga beras pandan wangi bahkan bisa mencapai Rp21.000 per kilogram di tingkat eceran.
Menurut Junaedi, kenaikan harga beras sangat dipengaruhi oleh harga gabah di tingkat petani. Para petani tidak mau menjual dengan harga murah, sehingga berdampak pada harga jual di pasaran.
Namun, ia berharap musim panen raya yang akan berlangsung dalam waktu dekat bisa memicu penurunan harga beras. “Masa panen juga akan berlangsung dalam waktu dekat, bisa menjadi pemicu harga turun, karena terakhir panen kan tiga bulan lalu,” tambahnya.
Meski harga masih tinggi, Udin memastikan stok beras di Pasar Induk Rau tetap aman dan tidak ada pengurangan pasokan. (Siska)