Banten24

Gubernur Andra Soni Pastikan Monitoring Destinasi Wisata Banten Selama Libur Panjang

BISNISBANTEN.COM — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk melakukan monitoring langsung terhadap destinasi wisata selama masa libur panjang. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi meningkatnya aktivitas wisata masyarakat.

“Nanti kita akan monitoring destinasi wisata kita. Yang kita lihat itu kesiapan Balawista, kesiapan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota terkait pengamanan liburan masyarakat,” ujar Andra Soni. Menurutnya, libur panjang identik dengan meningkatnya kunjungan wisata, terutama ke kawasan pantai. Oleh karena itu, faktor keselamatan harus menjadi perhatian utama, terlebih dengan adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi kondisi perairan.

“Libur panjang ini masyarakat banyak beraktivitas di pantai. Kita juga harus memperhatikan perkembangan cuaca,” jelasnya. Andra Soni mengungkapkan bahwa berdasarkan penjelasan dari BMKG, terdapat potensi dampak siklon yang memicu kenaikan tinggi gelombang laut. Pada waktu-waktu tertentu, tinggi gelombang diperkirakan bisa mencapai 1,5 hingga 2 meter, meski tidak disertai peningkatan curah hujan signifikan seperti yang terjadi di wilayah Sumatera.

Advertisement

“Ini bentuk awareness kita, kesiapsiagaan kita untuk memastikan semua bisa berjalan dengan baik,” katanya. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, diminta aktif menyampaikan informasi cuaca dan kondisi lapangan kepada wisatawan.

“Kesiapsiagaan itu salah satunya adalah informasi. Masyarakat harus diinformasikan. BMKG punya data, punya aplikasi, dan itu harus dimanfaatkan,” tegasnya. Selain aspek keselamatan, Gubernur Banten juga mengingatkan pelaku usaha wisata agar menjaga kualitas pelayanan selama masa liburan. Menurutnya, pengalaman wisata yang positif akan menentukan citra pariwisata Banten di mata pengunjung.

“Kita imbau pelaku usaha wisata betul-betul menjaga hospitality, menjaga keramahannya, menjaga kenyamanannya. Kita ingin orang berwisata ke Banten itu punya pengalaman yang positif,” ujarnya. Ia secara khusus menyoroti praktik penarikan tarif yang tidak transparan. Andra Soni meminta agar pelaku wisata menyampaikan tarif secara jelas dan tidak melakukan pungutan di luar ketentuan.

“Nggak boleh nembak harga. Sampaikan tarifnya dengan jelas. Pemerintah provinsi nanti akan memberikan edaran,” katanya. Tak hanya melalui edaran, Pemprov Banten juga akan mendorong peningkatan kapasitas pelaku wisata melalui pelatihan-pelatihan. Hal ini dilakukan agar standar pelayanan dan kesiapsiagaan dapat diterapkan secara merata di seluruh destinasi.  Menanggapi isu kebencanaan yang kerap muncul setiap akhir tahun, Andra Soni menegaskan bahwa potensi risiko harus disikapi dengan kesiapan, bukan dengan menghentikan aktivitas pariwisata. “Setiap wilayah punya potensi bencana. Kesiapsiagaan harus selalu kita siapkan, tapi bukan berarti kita berhenti berkegiatan. Yang penting kita lihat cuaca, lihat informasi dari sumber terpercaya,” pungkasnya.

(Sarah)

Advertisement
bisnisbanten.com