Kuliner

Geprek Dewek, Buka Sampai 24 Jam dan Punya Tiga Cabang

BISNISBANTEN.COM — Sejak Januari 2020 lalu, Endang Rukmana merintis usaha Geprek Dewek. Awalnya buka di Cijawa, Kota Serang, kemudian pindah ke Warjok, Kota Serang. Tepatnya tidak jauh dari simpang merah arah jalan ke Ciwaru.

“Menu basicnya ayam geprek tapi ada pengayaan berupa nasi uduk, indomie, juga ada soto. Harga paling murah Rp10 ribu. Bisa makan di tempat,” jelas Endang saat ditemui di stand Rumah Dunia di Festival Hari Buku Nasional 2021, Kamis (27/5/2021).

Saat ini Geprek Dewek punya tiga cabang yakni Warjok, Benggala, dan Pakupatan. Semua cabang ini buka 24 jam loh. Dan pengunjung bisa makan di tempat atau hanya take away alias dibawa pulang ke rumah.

Advertisement

Untuk kapasitas pengunjung tergantung cabang masing-masing. Untuk cabang di Ciracas samping Mi Ramen Naruto, Endang bilang, dua kelas pun masuk alias sekitar 60 orang.

Sementara cabang Benggala, karena yang paling kecil jadi hanya untuk take away. Meski paling kecil, tapi diakui Endang ini cabang yang paling ramai.

“Kalau malem, ruko sebelah udah tutup jadi bisa gelar tiker,” lanjut Endang lagi.

Selain makanan, Geprek Dewek pun menyediakan minuman kok. Ada es teh manis, aneka drenchise xi boba, es susu gula aren, dan banyak lagi.

“Kalau ada yang mau katering acara mahasiswa dan lainnya juga bisa. Minimal order 50 buah, tapi kurang dari 50 juga bisa,” tutur Endang.

Endang membeberkan, bisa membuat banyak cabang ini, sebenarnya pada awalnya ia franchise menggunakan merek orang. Namun karena ada berbagai inovasi, seperti buka 24 jam dan sebagainya, ia memutuskan untuk membuka sendiri.

“Karena ada tempat bagus, ya sudah saya maksimalin. Tiga cabang yang saya pilih ini lokasinya bagus,” aku Endang.

Dulu Endang pernah usaha soto betawi. Menu ini akhirnya tetap disajikan namun hanya di cabang Ciracas.

Target selanjutnya, Endang berkeinginan mewujudkan sebulan satu cabang, tapi terkendala harga cabai yang cukup mahal.

“Bahkan harga cabe lebih mahal dari harga ayamnya. Akhirnya saya fokus di cabang yang udah ada dulu. Yang nawarin franchise udah banyak, tapi belum pede dengan resep, sistem, dan sebagainya. Yang nanya sih udah banyak,” pungkas Endang. (hilal)

Advertisement
bisnisbanten.com