Gedor Potensi Kasemen, BOPPJ dan Wali Kota Serang Tinjau Pesisir untuk Tanggul Laut dan Kawasan Industri

BISNISBANTEN.COM – Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) langsung tancap gas turun ke lapangan di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada Jumat (22/5/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Wali Kota Serang dengan BOPPJ di Jakarta pekan lalu, sekaligus merespons rencana besar perlindungan Pantai Utara (Pantura) Jawa dan pengembangan kawasan industri pesisir.
Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala II BOPPJ Suhajar Diantoro, didampingi Deputi Pengelolaan Wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat Sawarendro, serta jajaran tenaga ahli BOPPJ.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi, Sekretaris Daerah (Sekda), dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dikutip dari laman PPID Kota Serang pada Sabtu (23/05/26), Wakil Kepala II BOPPJ, Suhajar Diantoro, mengungkapkan bahwa peninjauan ini dilakukan setelah pihaknya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin oleh Menko Infrastruktur AHY. Rakor tersebut bertujuan menyelaraskan perencanaan tanggul laut antara pemerintah pusat dan daerah.
“Sekarang kami turun langsung melihat kondisi di Kasemen,” ujar Suhajar di lokasi usai kunjungan.
Suhajar menjelaskan, program perlindungan Pantura Jawa kini telah menjadi Program Strategis Nasional (PSN) yang membentang dari Serang hingga Gresik. Kawasan pesisir ini dinilai sangat vital karena menyumbang hampir 28 persen terhadap PDB Indonesia, atau setara dengan lebih dari Rp7.000 triliun.
Namun, kawasan pusat ekonomi ini tengah menghadapi ancaman serius berupa penurunan muka tanah yang cepat serta kenaikan permukaan air laut. Kasus di Sayung, Demak, menjadi alarm keras di mana wilayah tersebut sudah terdampak banjir rob yang parah.
“Permukaan tanah menurun cepat, ditambah naiknya permukaan laut yang perlahan tapi pasti setiap tahun. Kalau tidak ditangani, pusat ekonomi nasional ini berisiko besar,” tegas Suhajar.
Untuk wilayah Kota Serang, titik fokus penanganan berada di Kecamatan Kasemen. Wilayah ini secara resmi telah masuk dalam tata ruang sebagai kawasan industri yang kini pengembangannya mulai berjalan.
“Kebetulan Pak Wali Kota sudah menggerakkan sektor swasta untuk mengembangkannya,” tambah Suhajar.
Pemerintah pusat saat ini tengah menyusun desain perlindungan pesisir yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Untuk daerah yang mengalami abrasi berat, pemerintah akan membangun tanggul laut. Sementara untuk area yang vegetasi mangrovenya masih terjaga, seperti di sebagian Kasemen, pertahanan alami tersebut akan diperkuat.
“Mangrove yang masih bagus pasti dipertahankan. Itu benteng alami untuk menahan abrasi,” katanya.
Tak hanya perlindungan fisik, pemerintah pusat juga membuka lebar peluang dukungan untuk pengembangan kawasan ekonomi di Serang. Skema yang tengah digodok bersama Kementerian Perindustrian, Kemenko Perekonomian, dan BKPM mencakup kemungkinan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau skema kemudahan lainnya.
“Pemerintah akan mendukung dengan regulasi dan kemudahan-kemudahan sesuai mekanisme. Pak Wali Kota sudah mulai, kami tinggal bantu percepat,” pungkas Suhajar.
Merespons gerak cepat BOPPJ, Wali Kota Serang Budi Rustandi menyatakan apresiasi dan dukungan penuhnya. Menurut Budi, kombinasi antara perlindungan pesisir dan pengembangan industri padat karya di Kasemen akan menjadi magnet ekonomi baru bagi Ibu Kota Provinsi Banten ini.
Proyek sinergi ini dinilai sangat krusial, tidak hanya untuk melindungi pesisir dari ancaman banjir rob dan menjaga investasi industri, tetapi juga untuk membuka lapangan pekerjaan dalam skala besar bagi warga lokal.
“Proyek ini krusial guna melindungi pesisir dari rob, menjaga investasi industri, dan memastikan Serang tidak tertinggal dalam peta ekonomi nasional,” tutur Budi Rustandi optimis. (Siska)









