Ekonomi

Ekonomi Rakyat Bergeliat, Pasar Jedogan Kota Serang Tembus Transaksi Rp3 Miliar dalam 4 Hari

BISNISBANTEN.COM – Tradisi tahunan Pasar Jedogan yang digelar di Jalan Maulana Hasanuddin, kawasan Pasar Lama Kota Serang, mencatatkan capaian fantastis menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Selama empat hari pelaksanaan, perputaran ekonomi di pusat belanja rakyat tersebut diperkirakan mencapai angka Rp3 miliar.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang Wahyu Nurjamil mengungkapkan, bahwa angka tersebut merupakan hasil akumulasi transaksi dari ratusan pedagang yang memadati area pasar.

“Sesuai dengan catatan kami dari para pedagang, perputaran ekonomi di Pasar Jedogan selama empat hari mencapai kurang lebih hampir Rp3 miliar,” ujar Wahyu, dikutip pada Rabu (25/03/26).

Advertisement

Kesuksesan ini menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Ibu Kota Provinsi Banten. Fasilitas yang disediakan pemerintah terbukti mampu menyedot animo masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Lebaran dengan harga kompetitif.

Berdasarkan data DinkopUKMPerindag, terdapat 180 stan dan 50 lapak emperan yang terlibat dalam gelaran tahun ini. Wahyu menilai, tingginya angka transaksi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap kuat di sektor pasar rakyat.

“Tentu dengan suksesnya Pasar Jedogan, menunjukkan betapa besarnya antusias masyarakat dan dampak langsungnya terasa pada perputaran ekonomi pelaku UMKM,” tambahnya.

Melihat dampak positif yang signifikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan Pasar Jedogan akan tetap menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Selain sisi ekonomi, pasar ini dinilai sebagai warisan budaya lokal yang telah melekat di hati warga Kota Serang selama puluhan tahun.

“Pasar Jedogan ini sudah menjadi tradisi khas. InsyaAllah ke depan akan kami kemas lebih baik lagi dan tetap menjadi program tahunan setiap menjelang Idulfitri,” jelas Wahyu.

Meski sukses besar, Pemkot Serang tetap melakukan evaluasi, terutama terkait kenyamanan publik dan daya tampung pedagang. Wahyu menyebutkan bahwa penentuan lokasi untuk tahun depan bersifat dinamis.

Meskipun kawasan Pasar Lama masih menjadi opsi utama, ada kemungkinan lokasi akan dipindahkan jika ditemukan tempat yang lebih memadai untuk menampung lebih banyak pedagang dan mengelola keramaian dengan lebih baik.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana mengelola keramaian dan tata letak pedagang agar perputaran ekonomi yang besar ini tetap sejalan dengan kenyamanan publik,” tutupnya.(siska)

Advertisement
bisnisbanten.com