Dorong Ekonomi Kerakyatan Inklusif, Bank Mandiri Perkuat Ekosistem PMI & Diaspora lewat Mandiri Sahabatku 2026

BISNISBANTEN.COM — Bank Mandiri terus memperkuatnya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi ekonomi kerakyatan berbasis ekosistem Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta diaspora. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Apresiasi dan Kick Off Program Mandiri Sahabatku 2026 yang digelar di Hong Kong sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi PMI & Diaspora.
Kegiatan ini menjadi perayaan puncak atas pencapaian pelatihan sebanyak lebih dari 2.400 PMI & Diaspora di sepanjang tahun 2025 sekaligus momentum akselerasi dimulainya kurikulum pemberdayaan Mandiri Sahabatku tahun 2026 yang semakin adaptif menuju transformasi digital. Acara ini juga turut dihadiri oleh SEVP Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Dadang Ramadhan P., Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Heru Hartanto Subolo, Direktur Urusan Diaspora Kementerian Luar Negeri RI Devdy Risa, serta Pj Konsulat Jenderal RI Hong Kong Fithonatul Mar’ati.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi lintas institusi dalam memperkuat pemberdayaan ekosistem PMI & Diaspora yang unggul dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperluas inklusif keuangan dan memperkuat kerakyatan ekonomi. SEVP Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Dadang Ramadhan P. menegaskan bahwa Mandiri Sahabatku merupakan wujud nyata dari semangat Mandiri Untuk Negeri terhadap PMI & Diaspora Indonesia di luar sana.
“Program ini fokus pada transformasi pola pikir PMI & Diaspora agar mampu menjadi pelaku usaha mandiri yang siap berkontribusi bagi perekonomian nasional sepulang ke Tanah Air. Melalui Mandiri Sahabatku, kita menyaksikan dedikasi PMI & Diaspora yang konsisten mengikuti pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan di tengah kesibukan bekerja menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing,” ujar SEVP Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Dadang Ramadhan P. di Hong Kong Minggu (8/2).
Lebih dari sekadar seremoni, Apresiasi Mandiri Sahabatku 2025 dikemas sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan komunitas PMI & Diaspora dalam satu ekosistem pembelajaran dan penghargaan. Bank Mandiri menghadirkan berbagai booth Kelompok Belajar Mandiri Sahabatku serta showcase UMKM PMI yang menampilkan produk-produk hasil kreativitas peserta binaan, yang menampilkan hasil nyata dari proses pelatihan yang berkelanjutan.
Ragam penampilan seni dan budaya dari diaspora Indonesia turut memeriahkan acara, memperkuat identitas kebangsaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional, sebelum ditutup dengan penampilan spesial bintang tamu dari Tanah Air.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan capaian peserta, Bank Mandiri memberikan penghargaan kepada PMI & Diaspora terbaik di berbagai kategori yang mewakili ketangguhan, inovasi, serta keberhasilan transformasi menjadi wirausaha mandiri yang berkelanjutan.
Pertama, MS Wirausaha merupakan penghargaan tertinggi bagi PMI & Diaspora yang sukses mentransformasikan ilmu menjadi bisnis nyata yang berkelanjutan yang diberikan kepada Eva Susanti eks PMI Hong Kong asal Indramayu.
Lalu, MS Livin Star sebagai apresiasi atas sosok PMI & Diaspora modern dengan literasi keuangan dan adopsi teknologi digital terbaik yang diraih oleh Erni Sulistiyoningsih, aktif PMI Hong Kong.
Kemudian, MS Buddy yang menjadi penghargaan atas ketangguhan mental (ketahanan) peserta dalam mengikuti program di tengah kesibukan bekerja dinobatkan kepada Nurhayati, PMI aktif Hong Kong. Juga ada MS Influencer yakni apresiasi bagi “Agen Perubahan” yang aktif memperluas dampak positif program ke masyarakat sekitar yang diterima oleh Rosidah, eks PMI Malaysia asal Indramayu.
Terakhir, Ceritaku sebagai penghargaan atas kisah transformasi paling inspiratif yang menjadi motivasi bagi sesama PMI & Diaspora yang disematkan kepada Diana Prabandari aktif PMI Hong Kong. Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi PMI & Diaspora lainnya untuk terus berkembang dan memperluas dampak positif di komunitas masing-masing.
Dalam rangka mempercepat percepatan literasi keuangan dan transformasi digital PMI & Diaspora, Bank Mandiri juga terus mendorong pemanfaatan layanan Livin’ Around The World (LATW) Hong Kong. Inisiatif ini dirancang untuk memperluas akses PMI & Diaspora terhadap layanan perbankan digital, investasi, dan perencanaan keuangan yang lebih komprehensif, sehingga mendorong pergeseran dari sekedar tabungan menuju pengelolaan keuangan yang produktif dan berorientasi pada masa depan.
Melalui integrasi LATW dengan Livin’ by Mandiri, PMI & Diaspora dapat mengakses layanan keuangan lintas negara secara mudah, aman, dan relevan dengan kebutuhan global.
Sejalan dengan itu, Bank Mandiri juga melakukan Kick Off Mandiri Sahabatku 2026 dengan menghadirkan inovasi kurikulum melalui Kelas Konten Kreator yang berkolaborasi dengan Zando AI Agency. Melalui kelas ini, PMI & Diaspora dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menciptakan konten digital bernilai ekonomi, sekaligus membuka peluang baru di sektor ekonomi kreatif.
Inisiatif ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, mendorong hilirisasi ekonomi berbasis kreativitas, serta mempercepat transformasi digital yang inklusif. Dadang menambahkan bahwa melalui sinergi antara edukasi, pemanfaatan teknologi, dan akses produk finansial yang terintegrasi, Mandiri Sahabatku akan terus menjadi katalis dalam membangun ekosistem PMI & Diaspora yang unggul dan berdaya saing global.
Sejak diluncurkan pada tahun 2011, Mandiri Sahabatku telah menjangkau lebih dari 22.000 peserta di berbagai negara penempatan PMI & Diaspora, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Di dalam negeri, program ini dilanjutkan melalui pendampingan purna PMI & Diaspora dan keluarga di sejumlah daerah kantong PMI & Diaspora, sebagai bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat inklusi keuangan, mendorong ekonomi kerakyatan. (susi)









