Dorong Digital, BI Tingkatkan Kompetesi Pemda dan Bank RKUD Peserta TP2DD

BISNISBANTEN.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menggelar Capacity Building Self-Assessment Evaluasi Kinerja yang berlangsung di Hotel Mercure Tangerang Centre pada Kamis-Jumat (18-19/4). Ini dalam rangka Championship TP2DD dan Bank RKUD se-Banten yang bertujuan mefasilitasi atau pendampingan terhadap finalisasi laporan Self-Assessment yang akan disubmit masing-masing Pemda dan Bank RKUD dalam Championship TP2DD 2024.
Acara ini dihadiri Kepala BI Banten Ameriza M Moesa, CEO Kanwil IV Bank bjb Adie Arief Wibowo, Dirut Bank Banten Muhammad Busthami, Bapenda Provinsi Banten, dan lainnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M Moesa mengungkapkan, Sepanjang tahun 2023, BI Banten melihat sendiri bagaimana Pemda dan Bank RKUD memberikan best effort dalam memajukan program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di wilayah kerjanya. Berbagai upaya juga telah dilakukan bersama, antara lain Rapat Koordinasi Daerah TP2DD pada 21 Februari 2024 yang merupakan koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Banten dan dihadiri oleh Pj. Gubernur Banten.
“Kegiatan Capacity Building ini krusial karena pengisian Self-Assessment Championship TP2DD menjadi salah satu representasi komitmen kita bersama dalam mendorong kinerja ETPD serta mendorong potensi peningkatan penerimaan pemda melalui digitalisasi, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Banten,” katanya.
Ia menilai, melihat berbagai inovasi yang dilakukan Pemda dan Bank RKUD diantaranya banyak yang tidak kalah unggul dibandingkan wilayah lainnya di Jawa. Hal tersebut terefleksikan dalam Indeks ETPD di wilayah Banten pada Semester II 2023 yang rata-ratanya meningkat ke 96,0%, dari Semester sebelumnya 94,9%. Indeks ETPD tertinggi diraih oleh Kota Tangerang dan Kota Serang yaitu 98,25%, disusul oleh Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang dengan Indeks 97,9%, kemudian secara berurutan Kota Tangerang Selatan dengan Indeks 96,2%, Kota Cilegon dengan Indeks 95,9%, Kabupaten Serang dengan Indeks 94,8%, Kabupaten Lebak dengan Indeks 92,6% dan Kabupaten Pandeglang dengan Indeks 91,9%. Seluruh Pemda di Banten juga mempertahankan statusnya di level Digital.
“Kinerja luar biasa juga tercermin pada peningkatan rasio penerimaan pajak dan retribusi non tunai terhadap keseluruhan realisasi penerimaan pajak dan retribusi di Wilayah Banten, yang meningkat dari 76,4% di tahun 2022 menjadi 95,5% di tahun 2023. Peningkatan tersebut merupakan yang tertinggi di wilayah Jawa, di antara wilayah yang skornya berada di atas skor rata-rata Jawa yaitu 91,7%,” katanya.
Ia menjelaskan, Momentum Championship TP2DD bukanlah kompetisi semata. Sejak awal, pembentukan Satgas P2DD Nasional yang diikuti dengan pembentukan TP2DD di masing-masing wilayah bertujuan untuk mewadahi pemerataan digitalisasi di seluruh daerah di Indonesia.
“Oleh karena itu, apabila daerah menghadapi tantangan yang berat dalam implementasi ETPD, jangan berkecil hati. Kita akan maju bersama-sama dan senantiasa melakukan pendampingan melalui TP2DD,” katanya.
Berdasarkan asesmen Lembaga independent East Ventures, BI melihat bahwa tantangan digitalisasi di wilayah Banten ada pada Aspek SDM (dengan skor 30 dari 100) dan Aspek Perekonomian (dengan skor 33 dari 100). Kedua aspek tersebut memang bukan permasalahan yang dapat diselesaikan dalam 1-2 tahun, melainkan permasalahan yang membutuhkan kebijakan jangka panjang. Namun demikian, masih ada harapan dalam mendapatkan nomor di Championship TP2DD, karena jika saya dapat mengutip penjelasan Bapak Ferry Irawan Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan – Kemenko Perekonomian, penilaian TP2DD tidak hanya melihat di level agregat terkait siapa yang paling besar, melainkan melihat rasio dari effort yang dikeluarkan untuk memajukan ETPD.
Capacity Building kali ini diisi oleh narasumber yang ahli di bidang copywriting yaitu Chief Editor UKMIndonesia.id Dewi Meisari. UKMIndonesia.id hadir di sini untuk memastikan kembali bahwa kinerja Bapak Ibu dalam mendorong ETPD yang sudah amat baik dapat tercerminkan secara optimal dalam laporan Self-Assessment. (susi)









