Entertainment

Chef Juna Akui Tak Pernah Alami Patah Hati

BISNISBANTEN.COM  Chef Juna, juri MasterChef Indonesia yang dikenal tegas dan berkarakter kuat, baru-baru ini membuat pengakuan yang cukup mengejutkan publik. Dalam sebuah kesempatan, pria bernama lengkap Junior Rorimpandey itu mengungkapkan bahwa ia tidak pernah mengalami patah hati sepanjang hidupnya.

Bagi banyak orang, patah hati adalah hal yang lumrah dialami, terutama saat menjalani hubungan asmara. Namun, berbeda dengan kebanyakan orang, Chef Juna mengaku dirinya belum pernah merasakan rasa sakit akibat cinta. Laki-laki patah hati, menurut gue, bego sih. Karena kalau gue lebih pakai logika,” imbuhnya.

Pengakuan ini sontak mengundang perhatian. Banyak yang penasaran, bagaimana bisa seorang publik figur sekaliber Chef Juna, dengan pesona dan popularitasnya, tidak pernah mengalami pahitnya putus cinta. Menurut Chef Juna, hal itu berkaitan dengan caranya memandang hubungan.

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa dalam menjalani sebuah hubungan, ia lebih memilih untuk realistis. Hidup itu simple, dengan segala kerumitan yang ada di luar, you only can control what you can control. Selebihnya, bodo amat,” pungkasnya. Jika ada masalah, ia akan menyelesaikannya dengan kepala dingin. Ketika hubungan tidak bisa dipertahankan, ia memilih untuk berpisah tanpa berlarut-larut dalam kesedihan.

“My life was fine before I met you, what make you think I can not breath after without you,” kata Chef Juna lagi. Bagi Chef Juna, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan penyesalan atau rasa sakit hati. Ia lebih memilih fokus pada karier, passion memasak, dan hal-hal positif yang membuat hidupnya terus berkembang. Sikap inilah yang membuatnya terlihat kuat, meski banyak orang mungkin menganggap dirinya dingin dalam hal percintaan.

“Hidup gue sebelum bertemu lo baik-baik saja. Gue makan, gue kerja, gue main motor. Terus ketika lo pergi, gue bakal sekarat gitu? Emang lo siapa?” lanjutnya. Meski begitu, pernyataan Chef Juna bukan berarti ia tidak pernah mencintai. Ia menegaskan bahwa ia tetap menghargai pasangan yang pernah hadir dalam hidupnya. Hanya saja, ketika hubungan itu berakhir, ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam kesedihan.

(Sarah)

Advertisement
bisnisbanten.com