Mobil

Cara Mengecek Ban Mobil Kedaluwarsa dan Risiko Tetap Menggunakannya

BISNISBANTEN.COM — Anda tahu bahwa ban mobil mempunyai masa pakai alias tanggal? Ya betul, larangan mobil memiliki masa kadaluwarsa. Penggunaan ban mobil yang sudah tidak diinginkan karena dapat menyebabkan pengalaman berkendara menjadi tidak maksimal.

Bagaimana cara melakukan pengecekan bahwa suatu ponsel sudah kehabisan atau belum? Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan informasinya. Silakan disimak.

Mengetahui Ban Mobil Sudah Kedaluwarsa atau Belum

Advertisement

Umumnya ban mobil mempunyai masa pakai sekitar 5-6 tahun. Ini bergantung pada cara pemakaian dan juga kondisi penyimpanannya.

Ban bisa mengalami penurunan kualitas bahkan ketika belum dipakai. Biasanya karena lingkungan dan usia.

Untuk mengetahui usia ban mobil Anda dapat mengetahui dari kode produksi yang dicantumkan oleh pabrikan. Berikut cara ceknya.

1. Memeriksa Kode DOT

Kode Departemen Perhubungan atau DOT termasuk dalam kode produksi. Setiap larangan memilikinya. Biasanya terletak di dinding larangan.
Kode DOT terdiri dari huruf dan angka. Untuk bagian terpentingnya ada di empat digit terakhir.

Bagian dua digit pertama adalah minggu pembuatan. Kemudian dua angka terakhir merupakan tahun.
Misalnya: Kode DOT 2026 maka larangan tersebut diproduksi pada minggu ke-20 tahun 2026.

2. Pengecekan Melalui Rekomendasi

Ada beberapa brand ban yang sudah memberikan informasi tanggal secara langsung di produknya. Jika tersedia, maka informasi tersebut akan memudahkan Anda untuk mengetahui lebih jelas kapan ban harus diganti.

3. Melihat Kondisi Ban Mobil secara Visual

Anda bisa mengetahui kondisi larangan dengan pemeriksaan secara visual. Meski ban masih berusia muda, biasanya pemakaian yang kurang bijak bisa menyebabkannya cepat mengalami kerusakan.
Anda perlu memeriksa apakah kondisi ban mengalami benjolan, retak, ban keras, telapak ban halus, atau berhenti. Apabila ada, maka larangan harus diganti sesegera mungkin. Walaupun usianya belum 5 tahun.

4. Memperhatikan Kinerja Larangan Mobil

Cara lain untuk mengetahui apakah ban mobil sudah berakhir adalah dengan memperhatikan kinerjanya.
Apabila ada getaran yang terlalu berlebihan pada kemudi, mobil kurang stabil saat Anda sedang menikung, atau ada suara dengungan maka ada kemungkinan bahwa ban mobil sudah aus.

Ban mobil yang sudah tua juga kurang responsif ketika Anda melakukan pengereman. Apalagi di jalanan yang basah.

Apabila jarak Anda dalam melakukan pengereman semakin panjang atau mobil tergelincir, maka segera periksa kondisi ban mobil.

5. Berkonsultasi Langsung ke Bengkel

Apabila Anda ragu dengan pengamatan sendiri, Anda bisa membawa mobil Anda ke bengkel resmi Suzuki. Di sana teknisi akan memeriksa kondisi ban mobil Anda secara detail. Agar memastikan bahwa kondisinya baik atau perlu dilakukan penggantian.

Bahaya Memakai Ban Mobil Kedaluwarsa

Ban mobil yang sudah kedaluwarsa harus segera diganti. Mengapa? Karena dapat menyebabkan beberapa hal berikut:

1. Memengaruhi Kenyamanan

Ban mobil yang kedaluwarsa biasanya kondisi karetnya keras. Karena keras, maka ban mobil akan tidak nyaman untuk dipakai. Alasannya karena akan menambah keras adanya bantingan dan berisik.
Biasanya karet ban mengeras karena paparan suhu panas yang berasal dari aspal, rem, hingga mesin.

2. Berkurangnya Daya Cengkeram

Dampak lain dari menggunakan ban mobil kedaluwarsa adalah berkurangnya daya cengkeram. Elastisitas ban mobil sudah berkurang. Itulah yang menyebabkan daya cengkerem ban pada aspal jadi berkurang.
3. Ban Berisiko Meletus
Ban mobil yang sudah berumur bisa berisiko meletus. Apalagi jika Anda berkendara dalam kecepatan yang tinggi atau ketika sedang membawa beban yang berat.

Kompon ban mobil yang tidak elastis akan kehilangan kemampuan untuk menahan tekanan. Akhirnya risiko ban pecah menjadi besar.

4. Mengurangi Traksi 

Bagian tapak ban mobil yang sudah mengalami keausan dapat mengurangi traksi. Mobil pun menjadi sulit untuk dikendalikan.

Terutama ketika Anda berada di jalanan yang basah atau menikung secara tajam. Tentunya akan membahayakan.

Tidak hanya untuk Anda sebagai pengendara tetapi juga pengguna jalan di sekitar Anda.

5. Efektivitas Tread Wear Indicator (TWI) Berkurang 

Umumnya ban mobil masa kini sudah memiliki fitur Tread Wear Indicator (TWI) atau indikator keausan. Fitur tersebut akan membantu pengemudi untuk tahu kapan ban mobil perlu diganti.

Namun ketika ban mobil sudah terlalu tua, fitur indikator tersebut tidak bisa berfungsi secara maksimal. Alasannya karena kembang ban sudah keras dan fleksibilitasnya hilang. Pengemudi pun menjadi sulit ketika ingin mendeteksi kondisi ban mobil.

6. Lebih Boros Bahan Bakar 

Apabila ban mobil sudah kedaluwarsa, biasanya tekanannya akan berubah-ubah. Akibatnya mesin mobil akan bekerja lebih keras. Konsumsi bahan bakar pun meningkat dan menjadi boros.

7. Berisiko Mengalami Aquaplaning 

Urat karet yang mengering pada ban mobil bisa mengakibatkan tapak ban tidak bisa bekerja secara maksimal untuk melakukan pembuangan air.

Pada akhirnya, mobil seolah mengapung apabila berada di genangan air. Kemudian Anda juga bisa kehilangan kontrol dalam hitungan detik.

8. Ban Mobil Mengalami Benjolan 

Karet ban mobil yang mengeras akibat kedaluwarsa bisa menyebabkan ban mobil mengalami benjol. Apalagi saat mobil Anda mengalami benturan keras. Misalnya karena berkendara di jalan berlubang dengan kecepatan tinggi.

Ban mobil yang mengalami benjolan akan mengakibatkan mobil bergetar dan muncul suara berisik.

9. Struktur Ban Menjadi Lebih Rapuh

Maksud dari struktur ban yang rapuh adalah keras dan retak. Kondisi tersebut terjadi karena adanya proses oksidasi.

Struktur ban mobil pun mudah mengalami keretakan di area dalam meskipun halus. Bahkan ban mobil bisa pecah saat terdapat tekanan tinggi maupun benturan keras.

Merawat Ban Mobil Agar Awet

Meskipun ban mobil bisa berakhir dan harus diganti, Anda juga perlu melakukan perawatan jika sudah menggantinya. Caranya dengan:

1. Melakukan Balancing dan Spooring 

Perawatan ban mobil ini bisa Anda lakukan setiap 20.000 kilometer sekali. Namun jika Anda sering memakai mobil di jalanan yang rusak, maka bisa melakukannya tiap 10.000 kilometer.

Spooring sendiri merupakan proses untuk menyesuaikan sudut roda mobil agar sesuai dengan spesifikasi. Sedangkan penyeimbangan lebih kepada mengatur dan memastikan roda dan ban mobil sudah mempunyai distribusi berat yang merata.

2. Perhatikan Tekanan Angin 

Ban mobil dengan tekanan angin yang kurang dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Begitu pula sebaliknya. Ban mobil bisa lebih mudah mengalami keausan.

Oleh karena itu penting untuk terus memperhatikan larangan tekanan. Pastikan sesuai dengan pabrikan.

3. Melakukan Rotasi Ban Mobil 

Perawatan selanjutnya dengan melakukan rotasi ban mobil setiap 10.000 km. Rotasi ini harus disesuaikan berdasarkan jenis ban mobil yang Anda gunakan.

Rotasi ban dilakukan agar keausan ban mobil bisa terjadi secara bersamaan atau bisa dikatakan sama rata.

4. Jangan Membawa Beban Berat 

Beban yang berat dapat menyebabkan daya cengkeram ban mobil mengalami penurunan. Ini karena ban mobil sudah diformulasikan khusus untuk membawa beban dengan berat tertentu sesuai spesifikasi.

5. Sebisa Mungkin Tidak Lewat Jalan Rusak 

Biasanya jalan yang rusak wujudnya retak, berlubang, atau permukaan jalan tidak rata. Mengemudi mobil di jalanan rusak akan menyebabkan ban mobil Anda mengalami kerusakan dan benturan.

Ban mobil memang memiliki masa lalu. Maka dari itu penting untuk mengetahui kapan ban mobil perlu diganti. Perhatikan tanda-tandanya dan segera ganti jika memang sudah kekurangan. (susi)

Advertisement
bisnisbanten.com