Bulog Serang Pastikan Stok Beras dan Minyak Kita Aman Jelang Ramadan 2026

BISNISBANTEN.COM – Kantor Cabang Bulog Serang memastikan ketersediaan komoditas pangan utama, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadan. Hingga awal tahun 2026, realisasi penyerapan gabah dan beras di wilayah Serang tercatat sangat positif.
Kepala Cabang Bulog Serang, Eko Nugroho, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, pihaknya berhasil menyerap sebanyak 32.847 ton beras atau mencapai target 100 persen. Penyerapan tersebut didominasi oleh hasil panen dari wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan sebagian kecil Kota Cilegon.
“Penyerapan terbanyak berasal dari Kota Serang yang menyumbang angka sekitar 17.499 ton atau mencapai 100,75 persen dari target. Untuk wilayah Kabupaten Serang, sentra produksi banyak tersebar di daerah pesisir,” ujar Eko saat memberikan keterangan.
Memasuki tahun 2026, pemerintah memberikan target penyerapan yang lebih besar, yakni sekitar 80.000 ton. Saat ini, stok yang tersedia di gudang Bulog Serang berada di angka 15.000 ton lebih, dengan harapan cadangan akan terus meningkat ke posisi 20.000 hingga 40.000 ton.
Terkait harga di pasaran, Eko menegaskan bahwa Bulog tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Untuk harga di tingkat pengecer tertinggi itu di Rp12.500 per kilo, kalau di SPV itu kemasannya 5 kilo. Sedangkan pengecer ngambil dari bulog di gudang kami itu dengan harga Rp11.000 per kilogram,” terang Eko.
Eko juga mengatakan pengadaan gabah untuk kantor cabang Serang itu sebagian besar melalui mekanisme pembelian langsung ke petani dengan harga Rp6.500, dmana memang harga itu sudah ditetapkan oleh pemerintah.
“Sebagai harga acuan penyerapan gabah sesuai dengan spesifikasi yang memang juga sudah ditentukan oleh pemerintah,” tambahnya.
Selain beras, Bulog Serang juga fokus melakukan intervensi terhadap komoditas Minyak Kita. Guna menjaga stabilitas harga, pemerintah mewajibkan produsen memasok 35 persen hasil produksinya ke Bulog dan BUMN Pangan.
Eko menjelaskan bahwa untuk menjadi pengecer resmi Minyak Kita, terdapat persyaratan administratif yang harus dipenuhi seperti KTP, NPWP, NIB Pengecer, serta memiliki akun di aplikasi Simirah untuk memantau alur distribusi.
“Harga Minyak Kita dari gudang kami adalah Rp14.500, sedangkan HET di tingkat konsumen adalah Rp15.700. Kami terus memantau melalui website SP2K. Jika ditemukan pedagang yang menjual di atas HET, kami akan beri peringatan hingga bersurat ke Satgas Pangan untuk dilakukan tindakan,” tegasnya.
Tak hanya beras, Bulog Serang juga aktif menyerap komoditas jagung. Pada tahun 2025, sebanyak lebih dari 500 ton jagung berhasil diserap melalui kolaborasi dengan pihak Polri. Sinergi ini merupakan bagian dari instrumen penugasan pemerintah untuk memastikan komoditas jagung terserap maksimal dari petani lokal.
Dengan stok yang terjaga dan pengawasan distribusi yang ketat, masyarakat dihimbau untuk tidak panik menghadapi kebutuhan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri mendatang.(siska)









