Bukan Sembarang Tugu yang Berdiri Kokoh, Ini Filosofi Landmark Cilegon

BISNISBANTEN.COM – Jika melintas di bundaran simpang tiga di Jalan SA Tirtayasa, Kecamatan Purwakarta, Cilegon, pasti akan menjumpai tugu yang menjadi landmark wilayah yang berjuluk Kota Baja ini. Jika malam hari, lampu beraneka menerangi dan menghiasi tugu yang diresmikan akhir Desember 2016 ini.
Sebagai penanda, landmark dapat dijumpai di berbagai kota di seluruh dunia. Begitu pula di Kota Cilegon. Desain landmark merupakan hasil karya cipta Wira Niaga Sejahtera sebagai juara kedua desain landmark Kota Cilegon. Pada waktu itu sayembara diadakan oleh Pemerintah Kota Cilegon dengan Walikota Iman Aryadi ini diperoleh tiga pemenang yakni Yusrizal, Wira Niaga Sejahtera, dan Arthadwi Rayanaputra.
Alasan diambilnya desain juara kedua bukan pertama, menurut Dinas Tata Kota Cilegon karena desain ciptaan Wira Niaga Sejahtera, sebuah lembaga konsultan perencanaan dari Kabupaten Pandeglang, menggunakan material baja serta memiliki nilai filosofi dan bentuk yang sangat mewakili Kota Cilegon.
Bentuk dasar monumen lingkaran yang membentuk roda atau putaran mesin mewakili simbol kota industri. Pada dasar tiang monumen ditopang delapan tiang, simbol delapan kecamatan di Kota Cilegon.
Gunung di bawah tiang merupakan siluet Gunung Krakatau, pusat gunung ini mengalir menuju kolam. Ini gambaran potensi yang dimiliki adalah kesejahteraan masyarakat khususnya warga Kota Cilegon.
Jembatan di tengah monumen merupakan gambaran bias cahaya dari lampu mercusuar, ini gambaran mengenai pembangunan dilaksanakan yang menyeluruh hingga pelosok.
Tinggi bangunan yang mencapai 25 meter dianalogikan sebagai batang pohon lengkap dengan enam buah cabang atau tangkainya melambangkan motto Kota Cilegon sebagai kota industri yang berwawasan lingkungan.
Tiang monumen merupakan bentuk batang pohon yang terdiri dari rangkaian bahan baja IWF, simbol dari kota baja. Setiap batang baja memiliki enam buah cabang yang merupakan lambang dari enam misi yang diemban Kota Cilegon.
Puncak monumen atau mahkota yang berbentuk mercusuar dengan atap kubah
sebagai simbol kota pelabuhan. Bentuk kubah ini melambangkan penduduk Kota Cilegon yang religius.
Landmark yang mulai dibangun pada 2015 ini masih berdiri kokoh dan dijumpai hingga sekarang. Dan kerap menjadi background foto para pelancong.
Sebagai landmark, tugu ini bagian identitas yang mencerminkan karakteristik Cilegon sebagai kota industri, kota pelabuhan, kota religi. Nah, jadi tahu dong kalau tugu ini bukan hanya sembarang tugu? (Hilal)