Info BisnisInspirasi

Bukan Niat Mencari Kekayaan, Mama Zizo Hanya Ingin Buka Lapangan Pekerjaan

BISNISBANTEN.COM – Pada perhelatan Cuan Ala Milenial Batch 2 yang digelar di Teras Room Restaurant, Kota Serang, Mama Zizo menjadi salah satu pembicara.

MUA hits yang juga pebisnis ini berbagi cerita membangun usaha pada acara yang dikemas talkshow pada Kamis (22/7/2022).

Mula-mula, wanita yang dipanggil Mama Zizo karena memiliki putra bernama Kenzi dan Kenzo ini memberikan wejangan untuk memanfaatkan waktu positif jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Advertisement

Ibu empat anak ini dengan rendah hati melabeli dirinya hanyalah ibu rumah tangga yang bekerja di rumah menghasilkan uang lewat media sosial. Padahal setelah bercerita panjang lebar, Mama Zizo memiliki omzet miliaran Rupiah.

Bercerita tentang karier, Mama Zizo pernah menjadi SPG alias sales promotion girls di Jakarta dan Bekasi dalam rentang waktu tujuh tahun, yakni 2005-2011. Ia berhenti melakukan itu setelah menikah dan hamil anak pertama.

“Saat itu cita-cita saya, nanti di rumah mau jualan gorengan, pop es, dan sosis,” tutur Mama Zizo.

Ia pun bercerita, sebelum ada rezeki dalam dua tahun ini dan memiliki rumah sendiri, ia ngontrak selama sembilan tahun.

“Dulu saat berbisnis, belum kenal sosmed. Pas jualan gamis di Bekasi, cuma gantung dagangan aja. Bawa barang dari rumah ke lokasi jualan, pake ojek. Barang dipangku, paha jadi biru-biru,” Mama Zizo mengenang masa lalu.

Dalam berjualan, ada pasang surut. Itu diakui Mama Zizo. Dan ia harus merelakan usahanya gulung tikar pada 2016.

Namun Tuhan memberikan kesempatan tak terduga. Saat pandemi, Mama Zizo berjualan secara online. Tak disangka, omzet melonjak naik. Dalam lima bulan, ia bahkan bisa bangun rumah yang awalnya hanya ingin membuat toko sekaligus rumah.

“Puncaknya di 2020, awal pandemi,” ungkap Mama Zizo menjelaskan puncak usahanya yang semakin ramai.

Mama Zizo membeberkan rahasia berbisnis, kalau mau berbisnis tentukan dulu hobinya apa atau passionnya apa. Kemudian memenej keuangan dengan baik.

Mama Zizo lebih memilih berjualan fashion wanita terutama gamis dan daster karena melihat pangsa pasarnya yang potensial.

“Udah coba jualan koko tapi gak laku. Akhirnya jualan gamis dan daster. Ternyata ibu-ibu gampang digoda untuk belanja,” katanya lagi.

Resep usaha lain ala Mama Zizo adalah fokus.

“Insyaallah apapun yang difokusin, bakal berhasil,” katanya lagi.

Mama Zizo mengingatkan, dalam sebuah bisnis omzet yang didapat kadang naik kadang turun. Itu adalah hal biasa, yang penting konsisten. Dari konsisten inilah, ia yang tadinya memiliki omzet ratusan juta Rupiah dan sekarang menjadi miliaran Rupiah.

Mama Zizo menyarankan untuk menjadi pebisnis dibandingkan pedagang. Loh, kenapa?

“Kalau pedagang, toko tutup gak ada pemasukan. Kalau pebisnis bisa kemana-mana, omzet tetep masuk. Lama-lama punya karyawan sendiri,” kata dia.

Saat ini, Mama Zizo bilang, pernah dalam sehari meraih omzet Rp 80 juta-Rp 100 juta. Tapi diakuinya itu belum pendapatan bersih, karena ia harus membayar lebih dari 50 karyawan yang membantunya.

“Tujuan saya berbisnis bukan untuk mencari kekayaan atau cuan yang banyak, tapi ingin bermanfaat buat orang banyak. Karyawan saya 80 persen adalah keluarga. Saya memang ingin bisa buka lapangan kerja buat orang-orang di sekitar saya yang membutuhkan pekerjaan,” imbuh Mama Zizo.

Prinsip bisnis Mama Zizo adalah Puntung dikit, jual banyak, jual cepet. Ini yang membuat pendapatannya setiap hari setiap tahun bertambah. Bahkan dari awalnya jualan akhirnya produksi sendiri dan sekarang memilik ribuan reseller untuk produk daster dan home dress.

Mama Zizo pun bercerita tentang profesi MUA yang baru digeluti dua tahun ini. Untuk bisa berdampingan antara MUA dan bisnis,

“Dari MUA ini saya bisa kemana-mana, bisa ke Madiun, Madura, dan lain-lain. Di MUA baru dua tahun kok bisa dua berkembang, karena fokus. Di jualan juga sama, fokus,” bebernya.

Di era serba digital, Mama Zizo sadar untuk bisa memanfaatkan media sosial. Menurutnya, kalau ia memiliki uang Rp 50 juta, dibandingkan dipakai untuk sewa toko ia lebih memilih menambah stok barang. Toko bisa digantikan dengan toko online di media sosial yang jangkauannya lebih luas.

“Bisnis apapun sekarang ini ada di media sosial. Tergantung kita memanfaatkan media sosial seperti apa,” tuturnya.

Di usia 35 tahun, kata Mama Zizo, ia bersyukur bisa punya bisnis seperti ini. Ia mengaku, merasa terlambat untuk memulai. Namun ia juga bilang, tidak ada kata terlambat untuk memulai bisnis.

Ia berpesan kepada para peserta Cuan ala Milenial Batch 2 yang usianya ada di bawah 35 tahun, masih punya peluang terbuka lebar.

“Pulang dari acara ini yang tadinya tidak terpikir berbisnis jadi mau berbisnis,” kata dia. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.