Banten24

BPBD Ungkap Banjir di Citasuk Padarincang Merupakan Banjir Kiriman Akibat Drainase Desa Penyangga

BISNISBANTEN.COM Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjelaskan penyebab banjir yang kembali terjadi di wilayah Desa Citasuk, Rawa Danau, Padarincang. Menurut BPBD, banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari beberapa desa di sekitarnya akibat persoalan drainase yang belum tertangani secara menyeluruh.

BPBD menyebutkan, selama sistem drainase di desa-desa penyangga belum dibenahi, aliran air tetap akan melewati wilayah Citasuk dan berpotensi menimbulkan genangan. “Banjir di Citasuk itu banjir kiriman dari beberapa desa di sampingnya. Selama drainase di desa-desa tersebut belum tertangani, air tetap akan lewat Citasuk,” jelas Lutfi.

Meski demikian, BPBD menilai kondisi banjir kali ini jauh lebih terkendali dibandingkan kejadian sebelumnya. Hal itu tidak lepas dari upaya normalisasi sungai di wilayah Rawadano yang dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU), termasuk pembersihan sampah di alur sungai.

Advertisement

“Kemarin banjir terjadi malam hari, tapi subuh sudah surut. Jam delapan pagi air tinggal setinggi mata kaki. Ini menunjukkan pergerakan air sekarang sudah jauh lebih lancar,” ungkapnya. BPBD membandingkan dengan banjir sebelumnya yang membutuhkan waktu hingga tiga sampai lima hari untuk surut. Saat itu, ketinggian air masih mencapai pinggang pada hari kedua dan ketiga.

Selain drainase, BPBD juga menyoroti tumpukan sampah di aliran Danau Cidano sebagai salah satu faktor utama yang memperparah banjir. Sampah menyebabkan air tertahan dan meninggi di beberapa titik. “Air yang tertahan sampah itu tinggi, sementara yang tidak tertahan sampah alirannya rendah dan lancar. Setelah sampah dibersihkan, air langsung datar dan mengalir,” jelas BPBD.

BPBD menegaskan, penanganan banjir tidak hanya dilakukan melalui pengerukan, tetapi juga fokus pada pembersihan sampah dan pelancaran aliran air agar kejadian serupa tidak kembali terulang. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air.

(Sarah)

Advertisement
bisnisbanten.com