Banten24

BKPSDM Kabupaten Serang Siap Wujudkan Profesionalisme ASN

BISNISBANTEN.COM — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang terus melakukan terobosan dan inovasi untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Ini terus dilakukan demi mewujudkan profesionalisme ASN. Saat ini, BKPSDM Kabupaten Serang
di bawah komando Surtaman, SSTP, M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Per Mei 2022 ini, jumlah ASN di lingkungan Pemkab Serang tercatat sebanyak 9.149 orang. Setiap tahunnya ASN yang pensiun mencapai 300 orang. Per Juni 2021, formasi tes masuk ASN sebanyak 250 orang dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebanyak 1.683 orang. Tes ASN dan P3K di Kabupaten Serang pun termasuk salah satu seleksi terbaik di Indonesia, karena transparan dan terbuka.

Advertisement

Saat ini, ASN terbanyak berada di sektor pendidikan sekira 5.000 orang, diikuti tenaga kesehatan sekira 2.000 orang. Lainnya tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kecamatan. Idealnya, jumlah ASN di Kabupaten Serang 1 persen dari jumlah penduduknya yang mencapai 1,5 juta jiwa. Artinya, dengan data ASN saat ini masih kurang sekira 600 ASN. Itu dibuktikan masih banyaknya pejabat yang merangkap jabatan Plt, terutama di kecamatan.

Di Kabupaten Serang ada 29 kecamatan, dan per kecamatan dihuni 10 pejabat. Artinya, kebutuhan untuk pejabat di kecamatan saja mencapai 290 orang, sehingga ASN dari OPD harus diturunkan, karena staf di kecamatan belum memenuhi syarat golongan untuk mengisi jabatan tersebut.

“Belum lagi di OPD juga saat ini di lingkungan Pemkab Serang masih kekurangan Sarjana Teknik Sipil.  Sampai saat ini masih dijabat Plt karena kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya.

Advertisement

Atas kondisi itu, manajemen ASN yakni BKPSDM terus memutar otak untuk mencari solusi mengatasi persoalan tersebut. Dengan minimnya SDM, BKPSDM terus berinovasi dan membuat terobosan untuk mewujudkan profesionalisme ASN untuk mencapai pembangunan yang sesuai diharapkan.

Di antaranya, BKPSDM melakukan peningkatan kompetensi ASN, dimana ASN dibagi menjadi tiga generasi, yakni generasi Alfa atau 4.0 yang lahir di atas tahun 2.000. Kemudian generasi Milenial yang lahir tahun 1980-1990. Selanjutnya yang lahir tahun 60-an masuk dalam generasi kolonial.

BKPSDM terus mendorong agar ketiga generasi itu bisa neng-update kompetensinya. Artinya, di saat Work From Home (WFH) atau kerja di rumah, para ASN harus mampu berkecimpung dengan teknologi agar tetap bisa bekerja. BKPSDM pun menciptakan absen elektronik dan laporan elektronik untuk memfasilitasi ASN.

“Yang lahir tahun 60 ini harus kita ajarin. Siapapun itu, baik generasi Kolonial, Milenial maupun Alfa sekarang harus mampu menyesuaikan diri,” terang Surtaman.

Sebelum pandemi Covid-19, kata Surtaman, pihaknya masih mempunyai anggaran untuk pengembangan kompetensi melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Dengan keterbatasan anggaran saat ini, pihaknya terus berinovasi menyampaikan ilmu kepada ASN agar bisa mendorong kinerja mereka supaya optimal.

BKPSDM, diungkapkan Surtaman, sudah membuat program rutin setiap bulan yang tidak menggunakan anggaran yang dinamakan ‘BKPSDM Menyapa Pegawai’. Bentuknya seminar Workshop atau Diklat secara daring melalui Zoom Meeting dengan kapasitas 100 orang, dimana setiap OPD bisa mewakili dan efektif. Program juga terjadwal per bulannya, mulai dari Zoom bersama Kepala OPD, bulan berikutnya bersama para Kasubag, hingga para kepala sekolah.

Selanjutnya ada program Klinik Kompetensi dan Klinik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang bentuknya tatap muka, dimana ASN datang ke BKPSDM untuk mendapat pembinaan untuk pengembangan kompetensi sudah disiapkan sertifikat elektronik, atau meminta arahan cara melaporkan harta kekayaan kepada KPK.

BKPSDM Kabupaten Serang sudah mempunyai dua Assesor untuk melakukan pembinaan dan Diklat. Bahkan, bisa mendatangkan pemateri dari BKN, BKPSDM Provinsi untuk memberikan transfer knowledge tentang manajemen ASN. Apalagi, saat ini setiap bulan bisa satu PP keluar tentang kinerja pegawai, penyetaraan yang harus dipahami seluruh ASN.

“Makanya, kami siapkan berbagai inovasi tujuannya bagaimana ASN profesional, itu tingkatan paling tinggi. Apa dasar pondasinya untuk mewujudkan ASN profesional, yaitu ASN menjalankan tugas secara profesional, ada aturannya dia menjalankan tugas. Apakah cukup ASN menjalankan tugas dengan dasar aturan? Enggak, dia juga harus punya kompetensi,“ tutur Surtaman.

Surtaman pun menyampaikan jika kompetensi terbagi tiga, yakni skill (kemampuan), knowledge (pengetahuan), dan attitude (perilaku) yang paking penting karena masyarakat merasakan langsung kompetensi itu.

“Makanya kami manajemen ASN harus bekerja bagaimana mewujudkan ASN yang profesionalisme dan kompeten,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Surtaman, inovasi dibutuhkan dengan keterbatasan anggaran agar pelayanan tetap berjalan, karena masyarakat harus tetap terlayani. Maka dari itu, kata Surtaman, pihaknya juga melakukan pembinaan di internal pegawai. Surtaman sudah menekankan ke seluruh jajaran BKPSDM agar dapat melayani dengan baik setiap ASN yang datang.

Ibaratnya, bagaimana menyuntikan semangat wirausaha kepada pemerintah atau teori reipainting goverment untuk mendorong semangat melayani, paling tidak diawali dengan senyuman.

Surtaman pun meminta seluruh ASN agar dapat berkonsentrasi dengan tugas pokok fungsinya dan dapat bekerja dengan baik, tidak sampai memikirkan kenaikan pangkat karena sudah ada manajemen ASN yang menjadi bagian tugasnya.
Sepeti dokter, layani saja pasien dengan baik. Begitu pula guru agar fokus mencerdaskan anak-anak dengan baik.

“Untuk kenaikan pangkat dan jabatan biar kami yang memikirkan. Asal rajin meng-update akun di website kita dan kompetensinya sudah mumpuni, ya bisa naik pangkat dan jabatan. Bahkan kalau sudah mumpuni kompetensinya, kita yang datang,” terangnya.

Pihaknya sudah mempunyai aplikasi SIMPEG untuk penilaian kinerja. Bahkan kalau mau komplain bisa melalui website BKPSDM Serangkab. Terkait pelantikan, kata Surtaman, dikembalikan kepada trush pimpinan, karena sekarang base on kinerja, dimana yang muda jika sudah memenuhi syarat bisa naik jabatan lebih dulu.

Sesuai Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Serang yaitu Terwujudnya Masyarakat yang Berkualitas Menuju Kabupaten Serang yang Agamis, Adil, dan Sejahtera, dimana pada misi nomor 5 ada kata Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dengan ASN Berintegritas, Profesional, dan Kompeten.

Dengan terwujudnya ASN profesional, menurut Surtaman, maka pelayanan pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan masyarakat diuntungkan, karena saat ini sudah tidak ada lagi jalan rusak atau pegawai jutek.

“Alhamdulillah, sudah berkurang keluhan itu. Saya minta ASN, khususnya di Kabupaten Serang untuk fokus pada pencapaian tujuan kinerja pribadi, insya Allah akan sukses,” pintanya.

Surtaman pun meminta ASN jangan selalu beranggapan negatif, karena sekarang undang-undangnya sudah berubah, mengarah kepada kinerja, bukan kedekatan secara personal atau senioritas.

“Saya berpesan agar ASN jangan pernah iri dengan nasib orang lain, sebab di antara nasib orang ada air mata uang kita tidak tahu. Bekerja dengan baik, maka layak dipromosikan,” pungkasnya. (adv)

LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com