Keuangan

BI Banten dan Untirta Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pembayaran QRIS

BISNISBANTEN.COM– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Banten dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi dalam memperluas ekosistem pembayaran digital. Kerja sama tersebut ditandatangani Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M Moesa dengan Rektor Untirta Fatah Sulaiman di Gedung Rektorat Untirta, Rabu (21/5).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M Moesa menyatakan, Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi di Provinsi Banten. Untirta sebagai lembaga strategis dan agen perubahan dalam memperluas ekosistem pembayaran digital. 

“Kami melihat Untirta sebagai lembaga yang sangat strategis sebagai change agent dalam memperluas ekosistem pembayaran digital,” ujarnya. 

Advertisement

Dalam komitmen kolaborasi ini, terdapat beberapa aspek yang akan diperkuat. Pertama, perluasan ekosistem digital akan dilakukan, salah satunya melalui pengembangan “Zona KHAS” di lingkungan Untirta, di mana seluruh pembayaran dilaksanakan secara non tunai. 

“Tentunya yang pertama kita ingin memperluas ekosistem pembayaran digitalnya, antara lain yang telah kita lakukan tahun kemarin (2024) dengan mengembangkan yang namanya Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS) dimana seluruh pembayarannya dilaksanakan secara non tunai,” jelas Ameriza. 

Kedua, BI Banten dan Untirta akan berkolaborasi dalam edukasi dan program pelatihan. Mahasiswa Untirta akan dididik sebagai “agen-agen pejuang QRIS” di masyarakat Banten. Para mahasiswa tersebut diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam sosialisasi dan edukasi pembayaran digital. 

Aspek ketiga yang menjadi perhatian adalah implementasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema digital. “Harapannya, apabila mahasiswa yang melaksanakan KKN terdapat potensi-potensi ekonomi yang bisa didigitalkan, itu akan kita dorong baik dalam hal pembayarannya maupun dalam hal perdagangannya. Mungkin dalam hal ini kita bisa menggandeng perusahaan-peeusahaan e-comerce untuk memperluas ekosistem,” sambungnya. 

Terakhir, kolaborasi ini akan membentuk ekosistem pembayaran yang lebih luas di kampus, seperti digitalisasi pembayaran parkir yang selama ini masih tunai. 

“Dan satu lagi yang disampaikan Pak Rektor, harapannya agar digitalisasi tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga UMKM binaan Untirta, terutama dalam hal akses pemasaran melalui e-commerce,” imbuhnya. 

Semenyara Rektor Untirta Fatah Sulaiman menyambut, baik komitmen kemitraan strategis ini. Dukungan BI terhadap Untirta juga sudah langsung lama dibuktikan lewat program beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) sejak tahun 2015. Selain itu, BI juga rutin menggelar sosialisasi bagaimana cara bijak dalam menggunakan uang Rupiah. 

“Dan sekarang, perngembangan di era digital ini kita akan dukung, mensupport kebijakan pemerintah pusat melalui BI Banten untuk sosialisasi pembayaran digital,” tuturnya. 

Untirta telah memulai langkah digitalisasi dengan penerapan QRIS di layanan kantin dan akan mendesain sistem e-parking bekerja sama dengan mitra, yang juga akan menggunakan QRIS. Selain itu, Untirta akan mendukung sosialisasi pembayaran digital ke masyarakat hingga level desa melalui KKN tematik. 

“Agar masyarakat desa bisa menyesuaikan, beradaptasi, nanti kita bisa menggunakan pembayaran digital melalui QRIS secara masif di masyarakat,” tambah Fatah. 

Pembinaan UMKM juga menjadi fokus kolaborasi. Untirta memiliki Halal Center dan rutin membina sekitar 100 UMKM setiap tahunnya melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat, berkoordinasi dengan BI Banten untuk digitalisasi produk dan akses e-commerce. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang signifikan dalam mempercepat transformasi digital dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Banten. (susi)

Advertisement
bisnisbanten.com